Kotim Jadi Lokasi Tanam Padi Serempak Nasional! Andalkan irigasi pompa, produktivitas sawah tetap terjaga saat kemarau

Yuni Pratiwi Iskandar • Dipublikasikan Kamis, 30 Juli 2026 | 21:12 WIB
ilustrasi pertanian
ilustrasi pertanian

 

SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dipercaya menjadi salah satu lokasi pelaksanaan Gerakan Tanam Padi Serempak Nasional yang digagas Kementerian Pertanian.

Kegiatan tersebut akan dipusatkan di Desa Kuin Permai, Kecamatan Teluk Sampit, Jumat (31/7/2026) hari ini.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kotim, Yephi Hartadi Periyanto, mengatakan lokasi tersebut dipilih karena telah didukung sistem irigasi pompa yang mampu menjaga ketersediaan air meski di tengah musim kemarau.

Baca Juga: Rumah Dijadikan Markas Sabu, Pemuda 22 Tahun di Bagendang Diciduk Polisi

"Gerakan ini ingin membuktikan bahwa dengan dukungan teknologi dan modernisasi pertanian, musim kemarau bukan berarti kegiatan tanam harus berhenti," ujarnya, Kamis (30/7/2026).

Menurut Yephi, keberadaan irigasi pompa memungkinkan petani tetap mengolah sawah dan menanam padi sesuai jadwal meskipun curah hujan rendah. Namun, ia mengakui belum seluruh kawasan pertanian di Kotim memiliki fasilitas serupa sehingga sebagian besar lahan masih bergantung pada air hujan.

"Belum semua kawasan pertanian di Kotim menerapkan sistem modern. Karena itu kami memilih lokasi yang sudah memiliki sumber air agar kegiatan ini bisa menjadi contoh bagi wilayah lain," katanya.

Baca Juga: Nenek Bau Tanah Jual Sabu! Barang Bukti Disimpan Dalam Toples Krim Pegal Linu

Ia menambahkan, Gerakan Tanam Padi Serempak tidak hanya mendukung percepatan musim tanam secara nasional, tetapi juga mendorong pemanfaatan teknologi pertanian untuk menjaga produktivitas di tengah perubahan iklim.

Melalui kegiatan tersebut, Pemkab Kotim berharap pengembangan irigasi dan modernisasi pertanian terus diperluas sehingga sektor pertanian daerah semakin tangguh menghadapi musim kemarau maupun cuaca ekstrem yang dapat memengaruhi produksi pangan. (yn/fm)

 

Editor : Farid Mahliyannor
gerakan tanam padi serempak pertanian kementerian kotim