SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Prestasi membanggakan kembali diraih SMP Wijaya Kusuma, sekolah yang berada di bawah naungan PT Musirawas Citraharpindo. Salah satu siswinya, Restu Eunike Br. Sitorus, berhasil meraih juara cabang lomba mendongeng pada Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tingkat Provinsi Kalimantan Tengah tahun 2026. Atas capaian tersebut, Restu akan mewakili Kalimantan Tengah pada ajang FLS3N tingkat nasional.
Perempuan kelahiran Sampit 24 Agustus 2011 ini memiliki kecintaan terhadap dunia mendongeng sejak duduk di kelas III sekolah dasar. Saat itu, ia mulai aktif mengikuti berbagai lomba mendongeng.
Dalam kompetisi tingkat provinsi, Restu membawakan cerita berjudul "Rahasia Teluk Buaya", sebuah karya orisinal yang ditulisnya sendiri. Cerita tersebut mengangkat latar kawasan wisata Teluk Buaya di Asam Baru dan sarat dengan pesan moral.
"Saya memilih cerita itu karena merupakan karya saya sendiri. Selain itu, latar ceritanya berada di lokasi wisata Teluk Buaya di Asam Baru dan mengandung pesan moral yang sangat baik," ujar putri dari Monang Parlindungan Sitorus dan Romendawati Lumban Gaol ini.
Untuk mempersiapkan penampilan di FLS3N, Restu menjalani latihan intensif selama kurang lebih tiga bulan. Selama proses tersebut, ia menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari menghafalkan naskah, membangun karakter suara setiap tokoh, hingga menampilkan ekspresi yang sesuai dengan alur cerita.
Meski harus menjalani latihan rutin, Restu tetap mampu membagi waktu dengan kegiatan belajar di sekolah. Ia memanfaatkan jadwal latihan ekstrakurikuler pada sore hari dan melanjutkan latihan mandiri di rumah sehingga pembelajaran reguler pada pagi hari tetap dapat diikuti dengan baik.
Menghadapi kompetisi tingkat nasional, Restu tidak hanya menargetkan prestasi, tetapi juga ingin menambah pengalaman. "Target saya adalah memberikan penampilan terbaik dan menambah pengalaman," katanya.
Laelya Khairiana selaku guru pembina mengatakan bahwa selama masa persiapan menuju FLS3N tingkat provinsi, sekolah menerapkan pola latihan secara bertahap dan terjadwal. Pembinaan meliputi pemahaman isi cerita, teknik vokal, artikulasi, intonasi, ekspresi wajah, gerak tubuh, hingga penguasaan panggung. Menjelang perlombaan, siswa juga mengikuti simulasi penampilan di hadapan warga sekolah agar terbiasa tampil dalam suasana kompetisi.
”Tantangan terbesar dalam proses pembinaan adalah menjaga konsistensi latihan di tengah aktivitas belajar. Selain itu, siswa juga terus didorong untuk memperdalam penghayatan cerita, menghafalkan naskah, serta meningkatkan kepercayaan diri agar mampu tampil maksimal,” ujar Laelya Khairiana selaku Guru Pembina.
Menjelang FLS3N tingkat nasional, pembinaan akan difokuskan pada penyempurnaan teknik transisi saat menjadi narator, penguatan bahasa tubuh, serta evaluasi melalui simulasi perlombaan berdasarkan masukan dari praktisi dan pelatih yang lebih berpengalaman.
Sementara itu Kepala SMP Wijaya Kusuma Hariyanto mengatakan bahwa bakat mendongeng Restu mulai terlihat sejak mengikuti pembelajaran di kelas dan berbagai lomba literasi di sekolah. Restu memiliki kemampuan berbicara yang baik, ekspresi yang kuat, serta rasa percaya diri saat tampil di depan umum.
Hariyanto berharap berbagai pihak dapat memberikan dukungan agar persiapan menuju tingkat nasional berjalan optimal. Dukungan tersebut mencakup peran orang tua, Dinas Pendidikan, yayasan, manajemen kebun PT Musirawas Citraharpindo, terutama dalam penyediaan fasilitas, pembiayaan proses produksi video perlombaan, pengiriman karya ke tingkat nasional, dan dukungan moral kepada peserta.
SMP Wijaya Kusuma sendiri terus berkomitmen mengembangkan potensi peserta didik melalui berbagai program pembinaan akademik dan nonakademik. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan ekstrakurikuler, program literasi, perlombaan antarkelas, pekan olahraga dan seni, serta pendampingan khusus bagi siswa yang dipersiapkan mengikuti berbagai ajang kompetisi di tingkat yang lebih tinggi.
”Prestasi Restu diharapkan menjadi inspirasi bagi siswa lainnya untuk terus mengembangkan bakat dan berani berprestasi, sekaligus mengharumkan nama sekolah dan Kalimantan Tengah di tingkat nasional,” ujar Hariyanto. (yit)
Editor : Heru Prayitno