Wajah Sampit Dipoles Jelang HUT RI, Bundaran Titik Nol Disulap Lebih Modern

Usay Nor Rahmad • Dipublikasikan Selasa, 28 Juli 2026 | 12:47 WIB
Bundaran 0 kilometer Sampit dipoles menjelang Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Indonesia. (Usay Nor Rahmad/Radar Sampit) 
Bundaran 0 kilometer Sampit dipoles menjelang Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Indonesia. (Usay Nor Rahmad/Radar Sampit) 

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, wajah Kota Sampit mulai dipercantik.

Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) melalui UPTD Jalan, Jembatan dan Drainase Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, Bina Konstruksi, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (SDABMBKPRKP) melakukan pengecatan median jalan, trotoar, hingga penataan taman di sejumlah titik strategis.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah revitalisasi Bundaran Titik Nol Kilometer. Kawasan yang selama ini menjadi ikon Kota Sampit itu kini dibenahi dengan konsep baru agar tampil lebih segar dan memiliki identitas yang lebih kuat.

Pelaksana Tugas Kepala UPTD Jalan, Jembatan dan Drainase Dinas SDABMBKPRKP Kotim Suhardiono, mengatakan pembenahan dilakukan di sejumlah ruas jalan utama, meliputi Jalan Tjilik Riwut, Jalan Achmad Yani, Jalan HM Arsyad, Jalan MT Haryono, Jalan Kapten Mulyono, Jalan Cut Nyak Dien, dan Jalan Suprapto.

Selain pengecatan median dan trotoar, pihaknya juga menata taman di Bundaran Polres atau Titik Nol Kilometer, kawasan Jalan Achmad Yani, serta Jalan Tjilik Riwut.

"Kami melakukan pengecatan median maupun trotoar. Kami juga membenahi taman. Yang menjadi fokus kami dalam menyambut HUT RI adalah Bundaran Titik Nol," kata Suhardiono, Senin (28/7).

Menurutnya, tanaman yang selama ini berada di Bundaran Titik Nol sudah berusia tua sehingga tidak lagi dapat dibentuk secara maksimal.

Karena itu, seluruh konsep taman diperbarui dengan menggunakan tanaman rendah yang lebih mudah dirawat dan memiliki tampilan lebih rapi.

"Tanaman di bundaran ini sudah susut dan sudah tua, jadi dibentuk bagaimana pun hasilnya tidak maksimal. Makanya kami remajakan dengan tanaman rendah dan kami tambahkan tulisan 'Kab Kotim' supaya punya identitas," ujarnya.

Tidak hanya itu, bundaran juga akan dipercantik dengan pemasangan lampu LED sehingga tampil lebih menarik pada malam hari. Penataan taman menggunakan sekitar enam hingga delapan jenis tanaman rendah yang masih akan dirapikan hingga seluruh proses selesai.

Suhardiono menargetkan pekerjaan pengecatan median dan trotoar rampung pada 10 Agustus 2026. Sementara itu, pembenahan Bundaran Titik Nol saat ini tinggal memasuki tahap akhir atau finishing.

"Kalau untuk pengecatan progresnya sekitar 60 persen. Penataan taman sudah sekitar 70 persen. Bundaran tinggal finishing saja. Target kami tanggal 10 Agustus selesai," jelasnya.

Di balik upaya mempercantik ruang terbuka hijau tersebut, pihaknya juga menghadapi tantangan cuaca kemarau yang cukup ekstrem. Kebutuhan air untuk menyiram tanaman meningkat hampir dua kali lipat dibanding kondisi normal.

"Kalau kondisi normal sekitar empat tangki air per hari. Sekarang karena panas ekstrem, delapan tangki pun rasanya masih kurang. Tanaman masih kehausan," ungkapnya.

Untuk menjaga tanaman tetap tumbuh baik, sumur bor di kawasan bundaran akan dioptimalkan sehingga penyiraman dapat dilakukan sepanjang musim tanpa bergantung pada kondisi cuaca.

Dengan pembenahan tersebut, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur berharap wajah Kota Sampit tampil lebih bersih, hijau, dan representatif saat masyarakat merayakan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI pada Agustus mendatang. (oes)

Editor : Slamet Harmoko
wajah sampit titik nol sampit Bundaran Titik Nol Sampit HUT RI