Kabut Asap Kian Terasa di Sampit, Ribuan Masker Mulai Dibagikan kepada Warga

Usay Nor Rahmad • Dipublikasikan Selasa, 28 Juli 2026 | 08:42 WIB
Guru SDN 6 Mentawa Baru Hulu membagikan masker kepada murid yang baru datang ke sekolah. (Usay Nor Rahmad/Radar Sampit) 
Guru SDN 6 Mentawa Baru Hulu membagikan masker kepada murid yang baru datang ke sekolah. (Usay Nor Rahmad/Radar Sampit) 
SAMPIT, radarsampit.jawapos.com - Bahaya kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai semakin terasa di Kota Sampit.
Mengantisipasi dampaknya terhadap kesehatan masyarakat, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mulai membagikan 15 ribu masker kepada warga selama dua hari, yakni 28 hingga 29 Juli 2026.

Pembagian masker dilakukan di sejumlah titik strategis yang menjadi pusat aktivitas masyarakat pada pagi hari. Langkah ini merupakan upaya pencegahan dini agar warga terlindungi dari paparan asap yang mulai menyelimuti Kota Sampit dalam beberapa hari terakhir.

Baca Juga: Empat Terduga Pelaku Penculikan Diamankan Polres Lamandau

Petugas Dinkes bersama personel kepolisian turun langsung ke lima persimpangan di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang dan Baamang, yakni Simpang Jalan Pelita-HM Arsyad, Jalan Ahmad Yani-Suprapto, Jalan Ki Hajar Dewantara-Gunung Kerinci, Jalan Sari Gading-Christopel Mihing, serta kawasan Taman Kota Sampit. Kegiatan berlangsung mulai pukul 06.00 hingga 07.30 WIB.

Petugas Dinkes Kotim Haris Giri S mengatakan pembagian masker merupakan bentuk antisipasi meningkatnya dampak kabut asap terhadap kesehatan masyarakat.

"Kegiatan ini dilakukan dalam rangka antisipasi kabut asap yang mulai muncul di Kotim. Dinas Kesehatan menginisiasi pembagian masker, baik untuk anak-anak maupun orang dewasa," katanya, Selasa (28/7/2026).

Sebanyak 240 kotak masker dewasa atau sekitar 12.000 lembar dan 100 kotak masker anak atau sekitar 3.000 lembar disiapkan untuk dibagikan kepada masyarakat.

Baca Juga: 5 Hektare Lahan di Kuda Marleh Menyala, Petugas Berjibaku Padamkan Api hingga Malam

Menurut Haris, pembagian masker bukan hanya menyediakan alat pelindung diri, tetapi juga mengajak masyarakat agar disiplin mengenakannya saat beraktivitas di luar rumah.

"Kami berharap kesehatan masyarakat tetap terjaga dengan adanya pembagian masker ini. Harapan kami, masker tersebut dipakai, bukan hanya disimpan," ujarnya.

Selain mengenakan masker, masyarakat juga diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila tidak memiliki keperluan mendesak, terutama ketika kondisi kabut asap semakin pekat.

"Kalau bisa aktivitas di luar ruangan dikurangi. Kalau memang tidak terlalu penting, lebih baik tetap di dalam rumah untuk mengurangi dampak paparan kabut asap," imbaunya.

Tidak hanya menyasar pengguna jalan, Dinkes Kotim juga menyalurkan masker ke SDN 6 Mentawa Baru Hulu. Bantuan tersebut diberikan kepada guru, tenaga kependidikan, dan para siswa sebagai langkah perlindungan sejak dini terhadap dampak kabut asap.

Kepala SDN 6 Mentawa Baru Hulu Kirno, mengapresiasi langkah Dinkes yang dinilainya sangat membantu menjaga kesehatan warga sekolah di tengah musim kemarau dan meningkatnya kabut asap.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Dinas Kesehatan yang telah membagikan masker gratis kepada guru, staf dan siswa di sekolah ini, dalam rangka mengurangi dampak dari kemarau yang panjang ini," katanya.

Baca Juga: Dukungan Memeriahkan Gowes Kemerdekaan 2026 Terus Bertambah.BKPSDM Kotim Hadiahkan Satu Sepeda Gunung

Ia berharap bantuan masker tersebut dapat menekan risiko gangguan kesehatan, terutama infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), sehingga proses belajar mengajar tetap berlangsung dengan baik.

"Semoga dengan pembagian masker ini seluruh siswa, guru dan staf tetap terjaga kesehatannya, sehingga mereka bisa melaksanakan aktivitas belajar mengajar seperti biasa tanpa terganggu sesak napas maupun ISPA," pungkasnya. (oes/sla)

Editor : Slamet Harmoko
karhutla kotim sampit kabut asap masker