Listrik Kerap Padam, PJU dan Traffic Light di Kotim Ikut Terdampak

Yuni Pratiwi Iskandar • Dipublikasikan Senin, 27 Juli 2026 | 23:38 WIB
APILL: Salah satu lampu lalu lintas di Kota Sampit yang tidak berfungsi, Senin (27/7/2026). FOTO: YUNI/RADAR SAMPIT
APILL: Salah satu lampu lalu lintas di Kota Sampit yang tidak berfungsi, Senin (27/7/2026). FOTO: YUNI/RADAR SAMPIT

 

SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Pemadaman listrik yang terjadi berulang dalam beberapa hari terakhir berdampak pada fasilitas publik di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).

Dinas Perhubungan (Dishub) Kotim mencatat sekitar 30 kontaktor pada sistem penerangan jalan umum (PJU) mengalami kerusakan akibat kondisi tersebut.

Kepala Dishub Kotim Raihansyah mengatakan  kerusakan tidak hanya terjadi pada PJU, tetapi juga mempengaruhi perangkat lampu lalu lintas. Menurutnya, sistem pengatur waktu (timer) yang masih digunakan menjadi salah satu komponen yang paling terdampak ketika  terjadi pemadaman listrik.

Baca Juga: Mutu Pendidikan Jadi Fokus, Disdik Kotim Perkuat Kepemimpinan Kepala Sekolah

“Pemadaman listrik inj sangat berpengaruh terhadap PJU maupun traffic light kami. Banyak yang masih menggunakan timer, sehingga setiap listrik padam cukup lama, teknisi harus menyetting ulang seluruh pengatur waktubya,” ujarnya.

Ia menjelaskan, proses penyetelan ulang sebenarnya tidak memakan waktu lama. Namun, keterbatasan jumlah teknisi membauat penyesuaian tidak dapat dilakukan secara serentak, sehingga masih ditemukan lampu jalan yang menyala pada siang hari atau terlambat menyala saat malam.

Menurut Raihansyah, kondisi yang paling merusak bukan sekadar listrik padam, melainkan kan ketika aliran listrik berulang kali mati dan hidup dalam waktu singkat. Pola tersebut mempercepat kerusakan pada komponen elektronik , terutama kontaktor.

Baca Juga: Presiden FIFA Minta Para Pengkritik Piala Dunia 2026 Agar Merenung dan Banyak Berdoa

“Kalau mati hidup, mati hidup, itu yang paling berpengaruh terhadap komponen elektronik. Sampai sekarang kami sudah mengganti sekitar 30 kontaktor akibat kondisi tersebut,” katanya.

Meski harus melakukan penggantian komponen, Dishub memastjkan biaya perbaikan masih dapat ditanggung melalui anggaran pemeliharaan yang tersedia. 

“Belum ada penambahan anggaran pemeliharaan. Kerusakan masih kami tangani dengan anggaran yqng ada,” pungkas Raihansyah. (yn/fm) 

Editor : Farid Mahliyannor
traffic light apill listrik pju pln