SAMPIT, radarsampit.jawapos.com - Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengimbau masyarakat tidak membakar sampah di bahu jalan maupun pekarangan selama musim kemarau.
Kebiasaan tersebut dinilai menjadi salah satu penyebab kebakaran semak belukar hingga kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berpotensi mengancam permukiman warga.
Kepala Disdamkarmat Kotim, Akhmad Taufik, mengatakan intensitas karhutla mulai meningkat dan diperkirakan memasuki puncaknya pada Agustus hingga Oktober.
Karena itu, pihaknya bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan instansi terkait terus meningkatkan kesiapsiagaan dalam menangani setiap laporan kebakaran.
"Karhutla sekarang sudah mulai memasuki puncaknya, kemungkinan pada Agustus, September, hingga Oktober. Kami selalu bersinergi dengan BPBD dan dinas terkait lainnya untuk melakukan pemadaman, terutama terhadap kebakaran yang lokasinya mendekati permukiman masyarakat," ujarnya, Jumat (24/7).
Menurut Taufik, sebagian kejadian kebakaran yang ditangani berawal dari kelalaian masyarakat, seperti membakar sampah di pinggir jalan. Api kemudian merambat ke lahan kering hingga memicu kebakaran yang lebih luas.
"Ada beberapa kejadian yang dipicu karena masyarakat membakar sampah di pinggir jalan. Api kemudian merambat ke lahan dan akhirnya menimbulkan kebakaran semak belukar maupun karhutla," jelas Taufik.
Ia menjelaskan, Disdamkarmat bersama BPBD selalu bergerak cepat setiap menerima laporan dari masyarakat. Personel diterjunkan ke lokasi untuk membantu memadamkan api sekaligus mencegah kobaran menjalar ke kawasan permukiman.
"Setiap ada laporan kami selalu siaga dan segera turun ke lapangan bersama BPBD. Tujuan kami agar api tidak sampai mendekati permukiman sehingga masyarakat merasa aman dan nyaman," tuturnya.
Taufik kembali mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran terbuka selama musim kemarau karena risiko kebakaran sangat tinggi, terutama saat vegetasi dalam kondisi kering.
"Untuk itu kami mengimbau seluruh masyarakat Kotim agar tidak membakar sampah di bahu jalan maupun di pekarangan. Api dapat merambat ke lahan dan berpotensi menimbulkan bencana yang tidak kita inginkan," tegasnya.
Ia berharap kesadaran masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran terbuka semakin meningkat sehingga upaya pencegahan karhutla dapat berjalan lebih efektif dan dampak kebakaran terhadap lingkungan maupun permukiman dapat diminimalkan. (Ktr-2)
Editor : Slamet Harmoko