SERUYAN, Radarsampit.jawapos.com – Desa Muara Dua, Kecamatan Seruyan Hilir, Kabupaten Seruyan menerima Reward Desa Bebas Api sebesar Rp100 juta dari PT Gawi Bahandep Sawit Mekar (GBSM), member of PT Triputra Agro Persada Tbk, setelah berhasil mempertahankan status nihil kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sepanjang 2025.
Program penghargaan tersebut merupakan bagian dari Desa Makmur Peduli Api (DMPA), sebuah inisiatif TAP untuk Negeri yang memberikan apresiasi kepada desa-desa yang berhasil mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sekitar wilayah operasional perusahaan.
DMPA menjadi sarana kontribusi nyata perusahaan terhadap sektor sosial, ekonomi, dan lingkungan. Melalui program tersebut, perusahaan mendorong desa bersama masyarakat untuk memperkuat upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan melalui pendekatan kolaboratif dalam menjaga wilayahnya secara mandiri.
Baca Juga: BNNK Kotim: Personel Siap, Pos Antinarkoba di Eks Golden Masih Tunggu Dukungan Pemkab
Sekretaris Desa Muara Dua Rano menjelaskan, reward yang diberikan oleh perusahaan menjadi apresiasi penting bagi desa yang telah menjaga wilayahnya bebas karhutla. Apalagi, Desa Muara Dua memiliki risiko karhutla yang relatif tinggi.
"Pada 2022 pernah terdapat kebakaran lahan yang sumbernya justru dari desa sebelah, dan merembet ke desa kami. Sejak saat itu, Masyarakat Peduli Api (MPA) Desa Muara Dua yang didukung oleh Satgas Karhutla perusahaan bahu membahu melakukan mitigasi agar hal serupa tidak terjadi kembali," ungkapnya.
Dana reward akan dimanfaatkan oleh desa untuk tiga fokus utama, yaitu pengembangan SDM, pengembangan ekonomi desa, dan utamanya untuk perbaikan maupun kelengkapan sarana pencegahan dan pengendalian karhutla. Menurut Rano, hal tersebut menjadi vital mengingat saat ini tengah memasuki masa kemarau.
Baca Juga: Karhutla Makin Merajalela, Lima Hektare Lahan di Ujung Pandaran Jadi Arang
"Biasanya di masa-masa biasa mungkin kami 2-3 kali sebulan melakukan patroli api di desa, namun saat ini bisa dua kali lipatnya karena kondisinya mungkin sudah siaga 1, makanya dana dari ini akan kami gunakan salah satunya untuk memperbaiki alat-alat yang rusak agar aktivitas pencegahan bisa makin optimal," sambungnya.
General Manager PT Gawi Bahandep Sawit Mekar Japatar Banjarnahor mengatakan, keberhasilan Muara Dua menjaga wilayahnya tanpa kebakaran sepanjang 2025 membuktikan kolaborasi perusahaan dan masyarakat adalah kunci pencegahan karhutla.
"Keberhasilan Desa Muara Dua yang konsisten menjaga wilayahnya sepanjang 2025 menunjukkan bahwa pencegahan karhutla akan lebih efektif ketika perusahaan, pemerintah desa, dan masyarakat bekerja bersama. Kami berharap pengalaman ini dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam menjaga lingkungan," jelasnya.
Japatar menambahkan, perusahaan akan terus mengevaluasi bentuk dukungan yang paling dibutuhkan desa, termasuk aspek operasional seperti sarana patroli, agar semangat menjaga lingkungan ini terus berjalan dan memberi manfaat jangka panjang, sejalan dengan semangat TAP untuk Negeri.
Program DMPA menjadi salah satu bentuk kolaborasi perusahaan dan masyarakat dalam memperkuat pencegahan karhutla di tingkat desa. Selain memberikan apresiasi kepada desa yang berhasil menjaga wilayahnya tetap bebas api, program ini juga diharapkan mendorong semakin banyak desa membangun sistem pencegahan kebakaran yang berkelanjutan, khususnya di wilayah rawan kebakaran selama musim kemarau. (adv)
Editor : Farid Mahliyannor