SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) semakin mengkhawatirkan.
Dalam waktu yang hampir bersamaan, sedikitnya empat titik kebakaran muncul di lokasi berbeda pada Kamis (23/7/2026), memaksa petugas BPBD membagi personel dan armada ke sejumlah lokasi sekaligus.
Kepala Pelaksana BPBD Kotim, Multazam, mengatakan hingga pukul 15.08 WIB seluruh personel masih berjibaku melakukan pemadaman di berbagai titik yang tersebar di Kecamatan Baamang dan Mentawa Baru Ketapang.
"Petugas saat ini masih melakukan penanganan di beberapa lokasi secara bersamaan. Ada yang masih proses pemadaman, ada juga yang dilakukan penebalan agar api tidak kembali menyala," ujar Multazam.
Berdasarkan pembaruan data BPBD Kotim, kebakaran terjadi di Jalan Karya Bersama, Kelurahan Baamang Hulu, Kecamatan Baamang. Di lokasi tersebut BPBD mengerahkan dua unit mobil tangki air (water tanker) dan dua regu yang hingga sore masih melakukan pemadaman.
Titik berikutnya berada di Jalan Jenderal Sudirman Kilometer 4,5, tepatnya di seberang Perumahan Pandawa, Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang.
Setelah api berhasil dipadamkan, satu regu dan satu unit mobil tangki langsung digeser menuju Jalan Lingkar Selatan atau kawasan Darul Hijrah untuk membantu penanganan kebakaran lain yang masih berlangsung.
Sementara itu, kebakaran juga terjadi di kawasan Jalan Bumi Raya II atau Jalan Walter Hugo yang lokasinya berada dekat permukiman warga.
Di lokasi tersebut, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) melakukan penanganan, sedangkan BPBD memberikan dukungan satu unit mobil tangki dan satu regu untuk melakukan penebalan.
Di lokasi lain, tepatnya di Jalan Lingkar Selatan atau Jalan Darul Hijrah, satu unit mobil tangki dan satu regu BPBD masih terus berupaya memadamkan kobaran api.
Penanganan sempat terkendala setelah salah satu armada mengalami gangguan pada mesin pompa (mesin tembak), sehingga personel dan armada dari lokasi Jalan Jenderal Sudirman Km 4,5 dialihkan untuk memperkuat operasi pemadaman.
Situasi di lapangan juga menunjukkan api semakin mendekati kawasan permukiman. Dalam salah satu video kiriman warga, kobaran api terlihat telah merambat hingga pekarangan rumah, menembus pagar seng, lalu membakar rumput kering dan tumpukan sampah di sekitar bangunan. Warga tampak berupaya mengendalikan api sambil menunggu petugas tiba.
Kondisi tersebut menambah beban petugas yang harus berpacu dengan waktu agar api tidak meluas ke rumah-rumah warga. Cuaca panas, vegetasi yang kering, serta munculnya kebakaran di beberapa lokasi dalam waktu hampir bersamaan membuat operasi pemadaman menjadi semakin berat.
BPBD Kotim mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar dan segera melaporkan apabila melihat munculnya titik api.
Langkah cepat dinilai sangat penting agar kebakaran dapat ditangani sebelum meluas dan mengancam permukiman warga. (oes)
Editor : Slamet Harmoko