RADARSAMPIT.JAWAPOS.COM – Pembangunan gedung Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 01 Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) di kawasan Wengga Metropolitan, Sampit, telah mencapai sekitar 80 persen.
Pemerintah menargetkan proyek tersebut rampung pada 9 September 2026 setelah memperoleh tambahan waktu pelaksanaan melalui adendum dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial (Dinsos) Kotim, M. Fahrizal Rahmani, mengatakan progres pembangunan terus menunjukkan perkembangan positif. Tambahan waktu selama dua bulan dimanfaatkan untuk menuntaskan seluruh fasilitas agar siap digunakan sesuai peruntukannya.
“Proyek ini diadendum oleh Kementerian PU selama dua bulan. Sampai 9 September pelaksanaannya harus sudah selesai. Di Kalimantan Tengah hanya ada dua kabupaten yang pembangunan Sekolah Rakyatnya belum selesai 100 persen, yakni Kotim dan Gunung Mas,” ujarnya, Selasa (21/7).
Menurut Fahrizal, salah satu fokus utama saat ini adalah penyelesaian gedung serbaguna yang akan menjadi fasilitas penting untuk mendukung berbagai aktivitas siswa, termasuk pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
“Progres pembangunannya menurut pelaksana sudah hampir 80 persen. Karena itu pekerjaan terus dimaksimalkan agar gedung serbaguna bisa segera difungsikan. Fasilitas ini sangat dibutuhkan untuk MPLS maupun kegiatan siswa lainnya,” katanya.
Pemerintah daerah juga terus melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan proyek untuk memastikan seluruh pekerjaan berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Berdasarkan hasil peninjauan terakhir, sejumlah pekerjaan utama seperti pemasangan atap telah selesai, sementara pengerjaan dinding masih terus berlangsung.
“Komitmennya mereka sanggup menyelesaikan karena sudah diberikan tenggat waktu. Terakhir kami meninjau ke lapangan, atap sudah terpasang dan pekerjaan dinding terus berjalan. Mudah-mudahan bisa selesai tepat waktu,” tambah Fahrizal.
Sekolah Rakyat Terintegrasi 01 Kotim dirancang sebagai pusat pendidikan berasrama yang mampu menampung sekitar 1.080 siswa dari jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).
Meski pembangunan gedung permanen belum sepenuhnya selesai, persiapan kegiatan belajar mengajar sudah mulai dilakukan. Sebanyak 270 siswa baru dijadwalkan mengikuti MPLS pada 30 Juli 2026 di kawasan Sekolah Rakyat tersebut.
Sementara itu, sekitar 100 siswa yang saat ini masih menempati Sekolah Rakyat rintisan di kawasan Islamic Center Sampit akan dipindahkan ke gedung baru setelah seluruh fasilitas dinyatakan siap digunakan.
Dengan rampungnya pembangunan nanti, Sekolah Rakyat Terintegrasi 01 Kotim diharapkan dapat memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu sekaligus menjadi salah satu pusat pendidikan berasrama terbesar di Kabupaten Kotawaringin Timur. (ktr-2)
Editor : Slamet Harmoko