Atap Rumah Semi Permanen di Jalan Mandumai Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp30 Juta

Usay Nor Rahmad • Dipublikasikan Sabtu, 18 Juli 2026 | 21:13 WIB
Petugas Disdamkarmat Kotim saat memadamkan api di bagian atap salah satu rumah di Jalan Mandumai, Kecamatan Baamang, Sabtu (18/7/2026). (Disdamkarmat Kotim) 
Petugas Disdamkarmat Kotim saat memadamkan api di bagian atap salah satu rumah di Jalan Mandumai, Kecamatan Baamang, Sabtu (18/7/2026). (Disdamkarmat Kotim) 

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Kebakaran menghanguskan bagian atap sebuah rumah semi permanen di Jalan Mandumai, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Sabtu (18/7/2026).

Beruntung, rumah tersebut dalam keadaan kosong sehingga tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka.

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kotim menerima laporan kebakaran dari masyarakat pada pukul 13.26 WIB.

Satu menit kemudian, personel langsung diberangkatkan menuju lokasi dan mulai melakukan penanganan sekitar pukul 13.31 WIB.

Kepala Peleton 2 Disdamkarmat Kotim Muhammad Febbry, mengatakan petugas bergerak cepat setelah menerima laporan agar api tidak menjalar ke bangunan lain di sekitar lokasi.

"Setelah menerima informasi, petugas langsung melakukan persiapan dan menuju lokasi. Setibanya di tempat kejadian, kami segera melakukan pemadaman pada satu unit rumah kosong yang terbakar di bagian atap. Alhamdulillah api berhasil dipadamkan sebelum merembet ke bangunan lain," ujar Febbry.

Ia menjelaskan, proses pemadaman berlangsung sekitar 20 menit, termasuk pendinginan atau overhaul untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi memicu kebakaran susulan.

"Operasi pemadaman dan pendinginan selesai sekitar pukul 13.51 WIB. Setelah dipastikan situasi aman, seluruh personel kembali ke markas untuk melanjutkan kesiapsiagaan," katanya.

Objek yang terbakar merupakan atap rumah semi permanen dengan luas area terdampak sekitar 4 x 3 meter. Sementara itu, kerugian material akibat kebakaran diperkirakan mencapai sekitar Rp30 juta.

Dalam operasi tersebut, Disdamkarmat Kotim mengerahkan empat unit armada, yakni MUPK 13, MUPK 05, MUPK 06, serta Hilux Rescue. Penanganan juga mendapat bantuan dari relawan RPAS Baamang.

Febbry menambahkan, penyebab kebakaran hingga kini masih dalam penyelidikan aparat kepolisian.

"Kami mengimbau masyarakat agar rutin memeriksa instalasi listrik dan memastikan tidak ada sumber api yang berpotensi memicu kebakaran, terutama pada rumah yang ditinggalkan dalam keadaan kosong. Jika terjadi kebakaran, segera laporkan agar dapat segera ditangani," pungkasnya.(oes)

Editor : Slamet Harmoko
kebakaran atap rumah sampit kotim kalteng