SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Musim kemarau yang diperkirakan berlangsung lebih kering tahun ini menjadi perhatian serius bagi sektor pertanian di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau petani agar tidak hanya memperhatikan jenis tanaman yang dibudidayakan, tetapi juga cermat menentukan waktu tanam agar produktivitas tetap terjaga.
Kepala Stasiun Meteorologi H. Asan Kotawaringin Timur, Mulyono Leo Nardo, mengatakan curah hujan mulai mengalami penurunan dan diikuti berkurangnya tinggi muka air tanah. Kondisi tersebut berpotensi mengurangi ketersediaan air untuk lahan pertanian.
"Curah hujan sudah mulai berkurang dan tinggi muka air tanah ikut menurun. Ini tentu harus menjadi perhatian petani karena berpengaruh terhadap ketersediaan air," ujarnya.
Menurut Mulyono, musim kemarau tahun ini diperkuat oleh pengaruh El Nino yang membuat kondisi atmosfer lebih kering dibandingkan biasanya. Selain itu, dominasi angin dari arah selatan hingga tenggara juga mengurangi peluang terbentuknya hujan di wilayah Kotim.
Kombinasi kedua faktor tersebut meningkatkan potensi kekeringan sehingga kegiatan pertanian memerlukan perencanaan yang lebih matang. Karena itu, petani diimbau tidak lagi hanya mengandalkan pola musim tanam seperti tahun-tahun sebelumnya.
Baca Juga: Cabai Tak Lagi Pedas di Kantong, Harga di Sampit Turun Jadi Rp60 Ribu per Kilogram
BMKG menyarankan agar jadwal tanam disesuaikan dengan perkembangan cuaca dan ketersediaan air di lapangan. Langkah tersebut dinilai lebih efektif untuk mengurangi risiko tanaman mengalami kekurangan air pada fase-fase penting pertumbuhan.
Selain mengatur waktu tanam, petani juga dianjurkan memilih komoditas yang lebih tahan terhadap kondisi kering atau memiliki kebutuhan air yang lebih rendah apabila pasokan air terbatas.
"Kalau memungkinkan, pilih tanaman yang lebih tahan terhadap kondisi kering atau yang kebutuhan airnya lebih sedikit. Jangan memaksakan komoditas yang membutuhkan banyak air jika pasokan air terbatas," katanya.
Baca Juga: Malam Jumat Bikin Heboh di Kuala Pembuang, King Kobra Bersembunyi di Gorong-Gorong Masjid
Mulyono menambahkan, informasi prakiraan cuaca yang rutin disampaikan BMKG dapat dimanfaatkan sebagai acuan dalam menyusun jadwal tanam maupun menentukan komoditas yang akan dibudidayakan selama musim kemarau.
Ia berharap langkah antisipasi yang dilakukan sejak dini mampu membantu petani menjaga produktivitas lahan meski menghadapi kondisi cuaca yang lebih kering.
"Dengan perencanaan yang tepat, dampak musim kemarau terhadap hasil pertanian diharapkan dapat ditekan semaksimal mungkin," pungkasnya. (yn/fm)
Editor : Farid Mahliyannor