SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) memperkuat langkah antisipasi menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan yang mulai meningkat memasuki musim kemarau.
Komitmen tersebut ditegaskan Wakil Bupati Kotim Irawati usai menghadiri Apel Siaga dan Gladi Kesiapsiagaan Bencana Karhutla dan Kekeringan 2026 di Stadion 29 November Sampit, Rabu (15/7/2026).
Apel dipimpin Dandim 1015/Sampit Letkol Inf Dwi Candra Setyawan dan dihadiri Kapolres Kotim AKBP Resky Maulana Zulkarnain.
Baca Juga: Menuju Indonesia Emas 2045, Kotim Fokus Cetak Generasi Cerdas dan Berkarakter
Irawati mengatakan, apel siaga menjadi momentum memperkuat sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, Masyarakat Peduli Api (MPA), dan dunia usaha dalam menghadapi potensi karhutla.
"Apel gabungan ini menjadi momentum penguatan sinergi antara TNI, Polri, Masyarakat Peduli Api (MPA), dunia usaha, serta pemerintah daerah," ujarnya.
Ia menjelaskan, Kotim menjadi kabupaten pertama di Kalimantan Tengah yang menggelar apel siaga tahun ini. Langkah tersebut dilakukan karena Kotim menempati peringkat kedua daerah dengan jumlah titik panas (hotspot) terbanyak di Kalteng setelah Kabupaten Pulang Pisau.
Baca Juga: Gladi Kesiapsiagaan Karhutla, BPBD Kotim Masih Terus Berbenah
Menghadapi potensi musim kemarau ekstrem, Pemkab Kotim menargetkan mampu meminimalkan bahkan mencegah terjadinya karhutla dan krisis air bersih.
"Memasuki musim kemarau ekstrem, Pemkab Kotim berkomitmen meminimalisasi, bahkan menargetkan Kotim bebas dari bencana karhutla dan krisis air bersih," tegasnya. (yn/fm)
Editor : Farid Mahliyannor