Radar Utama Kalteng Metropolis Si Ongol Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

GAMAS Tuai Apresiasi, Orang Tua Sebut Kehadiran Ayah di Hari Pertama Sekolah Bangun PeDe Anak

M. Akbar • Senin, 13 Juli 2026 | 15:55 WIB
Murid baru saat mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Pelajaran 2026/2027 di SMP Negeri 1 Sampit, Senin (13/7).  (Akbar/Radar Sampit)
Murid baru saat mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Pelajaran 2026/2027 di SMP Negeri 1 Sampit, Senin (13/7). (Akbar/Radar Sampit)

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com - Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah (GAMAS) yang diinisiasi Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mendapat sambutan positif dari para orang tua.

Program tersebut dinilai menjadi langkah nyata untuk memperkuat keterlibatan ayah dalam pendidikan sekaligus memberikan dukungan moral kepada anak saat memulai tahun ajaran baru.

Kebijakan itu tertuang dalam Surat Edaran Bupati Kotim Nomor 400.13/211/DPPPAPPKB.5/2026 yang mengajak aparatur sipil negara (ASN) berpartisipasi dalam GAMAS.

Edaran tersebut merupakan tindak lanjut Surat Edaran Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Nomor 17 Tahun 2026 tentang Gerakan Ayah Mengambil Rapor Anak di Sekolah dan Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah.

Salah seorang orang tua siswa di Sampit, Agus S, mengapresiasi kebijakan tersebut. Menurutnya, kehadiran ayah pada hari pertama sekolah mampu memberikan rasa aman, meningkatkan kepercayaan diri, serta membuat anak merasa mendapat perhatian penuh dari keluarga.

“Sebagai orang tua, tentu kami bangga dengan surat edaran Pak Bupati. Ini menjadi momen yang sangat berharga untuk memberikan dukungan moral kepada anak agar mereka merasa disayangi, dilindungi, dan tidak menjalani hari pertama sekolah sendirian,” ujarnya, Senin (13/7).

Ia menilai, peran ayah dalam pendidikan tidak hanya sebatas memenuhi kebutuhan anak, tetapi juga mendampingi dan memberikan motivasi agar siap menghadapi lingkungan sekolah yang baru.

Selain mengantar anak ke sekolah, Agus mengatakan orang tua juga memiliki tanggung jawab menanamkan nilai disiplin, menghormati guru, menghargai teman, serta mengingatkan anak untuk menjauhi segala bentuk perundungan.

“Kami juga berkewajiban mengedukasi anak agar taat pada aturan sekolah, menghargai teman-temannya, dan menghindari segala bentuk perundungan. Kami berharap tidak ada kasus saling mengejek atau bullying di sekolah,” tambahnya.

Menurut Agus, GAMAS juga menjadi kesempatan bagi orang tua untuk mengenal lingkungan sekolah, menjalin komunikasi dengan kepala sekolah dan guru, serta mempererat silaturahmi dengan orang tua peserta didik lainnya.

Ia mengaku momen hari pertama putrinya masuk SMP menjadi pengalaman yang berkesan. Antusiasme sang anak sudah terlihat sejak beberapa hari sebelum masuk sekolah dengan menyiapkan sendiri perlengkapan belajarnya.

“Anak saya justru bangun lebih pagi dan bahkan membangunkan kami. Sejak dua atau tiga hari sebelumnya dia sudah menyiapkan tas, sepatu, dan seragam sekolah. Semangatnya luar biasa,” ungkapnya.

Agus berharap gerakan tersebut terus dilaksanakan setiap tahun karena dinilai mampu memperkuat hubungan orang tua dan anak sekaligus menciptakan lingkungan sekolah yang lebih ramah dan kondusif bagi peserta didik baru.  (ktr-2)

Editor : Slamet Harmoko
#GAMAS #murid baru #kotim #mpls