Kotawaringin Timur, radarsampit.jawapos.com – PT Pelindo Terminal Petikemas (SPTP) menggelar kegiatan Ngobrol Santai (Ngobras) bertema Keselamatan dan Safety Induction di Terminal Peti Kemas (TPK) Bagendang dan TPK Bumiharjo, Kamis (9/7). Kegiatan ini membahas bahaya titik buta (blind spot) sebagai upaya memperkuat budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lingkungan pelabuhan.
Peserta yang terdiri dari operator alat berat, pengemudi truk logistik, Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM), pengguna jasa, dan personel terminal mendapatkan edukasi mengenai titik buta pada alat berat, prosedur komunikasi yang aman, pentingnya penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), serta simulasi jarak aman saat alat beroperasi.
Terminal Head TPK Bagendang Bumiharjo, Akhmad Fajar, mengatakan bahwa keselamatan kerja harus menjadi budaya yang diterapkan dalam setiap aktivitas operasional.
"Keselamatan kerja merupakan tanggung jawab bersama. Melalui kegiatan ini, kami ingin membangun kesadaran agar seluruh insan pelabuhan saling mengingatkan dan saling melindungi sehingga operasional terminal dapat berjalan aman dan lancar," ujar Akhmad Fajar.
Kegiatan tersebut mendapat apresiasi dari berbagai pemangku kepentingan. Wakapolsek Pelabuhan Mentaya, A. Istajib, menegaskan bahwa keselamatan kerja bukan hanya menjadi tanggung jawab Pelindo, tetapi juga seluruh pihak yang beraktivitas di kawasan pelabuhan.
"Kami mengimbau setiap pekerja dan pengguna jasa untuk selalu mematuhi ketentuan keselamatan, termasuk penggunaan APD sesuai dengan ketentuan yang berlaku," katanya.
Apresiasi juga disampaikan Ketua DPW Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia/Indonesian Logistics and Forwarders Association (ALFI/ILFA) Kalimantan Tengah, Mardyanto. Menurutnya, edukasi keselamatan seperti ini penting untuk memperkuat budaya K3 di lingkungan pelabuhan.
"Kami akan terus menyampaikan pesan-pesan keselamatan kepada perusahaan anggota dan para pengemudi agar selalu mematuhi ketentuan K3 selama berada di area pelabuhan," ujarnya.
Hal senada disampaikan Pengurus Koperasi TKBM Samudera Mulya Kumai, Idris, yang menilai kegiatan tersebut memberikan pemahaman yang lebih baik mengenai risiko blind spot di area kerja.
"Edukasi seperti ini sangat bermanfaat karena meningkatkan kewaspadaan kami untuk selalu menjaga jarak aman dari alat berat serta mematuhi seluruh prosedur keselamatan kerja," katanya.
Sementara itu, Pengurus Koperasi TKBM Karya Bahari Sampit, Nurhadi, menegaskan bahwa budaya keselamatan harus menjadi kebutuhan setiap pekerja, bukan hanya untuk memenuhi aturan.
"Kami mendukung penuh kegiatan awareness K3 ini. Semakin sering edukasi dilakukan, semakin tinggi pula kesadaran pekerja bahwa keselamatan merupakan tanggung jawab bersama untuk mencegah kecelakaan kerja," ujarnya.
SPTP berkomitmen untuk terus menghadirkan program edukasi keselamatan secara berkala di seluruh terminal yang dikelolanya, sebagai bagian dari upaya menjadikan K3 sebagai budaya kerja. (fan/*)
Editor : Fafan Rinaldy