SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Warga di Gang Reformasi, Jalan Muchran Ali, Kelurahan Baamang Tengah, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur, mengeluhkan kemunculan ulat bulu yang menyerbu permukiman mereka.
Gangguan tersebut disebut telah berlangsung hampir sepekan dan semakin mengkhawatirkan karena ulat tidak hanya berada di pekarangan, tetapi juga masuk ke dalam rumah.
Berdasarkan pantauan warga, Rabu (8/7/2026), puluhan ulat bulu terlihat merayap di dinding, lantai, hingga halaman rumah. Kondisi itu membuat aktivitas sehari-hari terganggu, terutama bagi keluarga yang memiliki anak kecil.
Salah seorang warga mengatakan, jumlah ulat bulu terus bertambah dalam beberapa hari terakhir. Ia mengaku khawatir bulu ulat dapat memicu gangguan kesehatan seperti gatal-gatal dan reaksi alergi.
"Sudah hampir satu minggu ini kondisinya makin parah. Ulat bulunya sampai masuk ke dalam rumah. Satu rumah bisa ada puluhan ekor. Kami khawatir bisa menyebabkan gatal-gatal dan alergi," ujarnya.
Fenomena serupa pernah terjadi di sejumlah daerah di Indonesia, salah satunya di Probolinggo, Jawa Timur, pada 2011. Saat itu, ledakan populasi ulat bulu menyerang permukiman dan pepohonan hingga menimbulkan keresahan masyarakat.
Para peneliti saat itu menjelaskan bahwa ledakan populasi ulat bulu dipengaruhi beberapa faktor, di antaranya berkurangnya musuh alami seperti burung dan serangga predator, perubahan kondisi lingkungan, serta melimpahnya tanaman yang menjadi sumber makanan ulat. Kombinasi faktor tersebut membuat populasi ulat berkembang sangat cepat.
Penanganan yang dilakukan di berbagai daerah umumnya meliputi pembersihan sarang dan kepompong, pemangkasan ranting yang dipenuhi ulat, penyemprotan insektisida sesuai rekomendasi petugas, serta menjaga keberadaan musuh alami agar keseimbangan ekosistem tetap terpelihara.
Pemerintah daerah juga biasanya melakukan pendataan lokasi terdampak dan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai cara penanganan yang aman.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari instansi terkait mengenai penyebab kemunculan ulat bulu di kawasan Baamang Tengah maupun langkah penanganan yang akan dilakukan.
Warga berharap pemerintah segera turun ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan dan pengendalian agar populasi ulat tidak semakin meluas. (oes)
Editor : Slamet Harmoko