Radar Utama Kalteng Metropolis Si Ongol Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Jembatan Patah Sampit Hampir Rampung! Target Tuntas Agustus dengan Anggaran Rp397 Juta

Yuni Pratiwi Iskandar • Selasa, 7 Juli 2026 | 21:45 WIB
TINJAU: Bupati Kotim Halikinnor saat meninjau Jembatan Sei Mentawa 1 atau Jembatan Patah Jalan Kapten Mulyono, Sampit. FOTO: SDABMBKPRKP KOTIM/RADAR SAMPIT
TINJAU: Bupati Kotim Halikinnor saat meninjau Jembatan Sei Mentawa 1 atau Jembatan Patah Jalan Kapten Mulyono, Sampit. FOTO: SDABMBKPRKP KOTIM/RADAR SAMPIT

 

SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Proyek pemeliharaan Jembatan Sei Mentaya I di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), yang lebih dikenal masyarakat sebagai Jembatan Patah di Jalan Kapten Mulyono, Sampit kini memasuki tahap akhir.

Jembatan tersebut bahkan sudah dapat dilintasi kendaraan, meski proses penyelesaian pekerjaan masih berlangsung.

Bupati Kotim Halikinnor bersama Staf Ahli Bupati Rafiq Risaw, Kepala Bapperida Alang Arianto, Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, Bina Konstruksi, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (SDABMBKPRKP) Mentana Dhinar Tistama, serta jajaran terkait meninjau langsung lokasi proyek untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai standar keamanan dan kenyamanan bagi masyarakat.

Baca Juga: BNNK dan Pemkab Kotim Sinergi Berantas Narkoba

Kepala Dinas SDABMBKPRKP Kotim, Mentana Dhinar Tistama menjelaskan bahwa pemeliharaan rutin tersebut menjadi prioritas karena kondisi lantai jembatan sebelumnya mengalami kerusakan cukup parah akibat usia konstruksi dan tingginya intensitas beban kendaraan.

"Kerusakan lantai jembatan sudah cukup parah. Banyak bagian yang patah dan lapuk, sehingga dalam pemeliharaan kali ini kami melakukan penggantian total lantai beserta pelat jembatan," ujarnya.

Berdasarkan papan informasi proyek, rehabilitasi jembatan dilaksanakan selama 90 hari kalender, terhitung sejak 26 Mei 2026 hingga ditargetkan selesai pada 23 Agustus 2026.

Baca Juga: Fraksi Golkar Soroti SILPA Rp171 Miliar, Desak Pemkab Kotim Ubah Pola Belanja APBD

Pekerjaan tersebut dilaksanakan oleh CV Mentaya Indah Borneo dengan nilai kontrak sebesar Rp397.800.000 yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kotim Tahun Anggaran 2026.

Meski progres pekerjaan telah mendekati penyelesaian, pihak dinas masih menghadapi kendala di lapangan. Selama proses rehabilitasi, portal penutup dan rambu larangan melintas telah dipasang untuk menjaga keamanan pekerja sekaligus melindungi konstruksi yang masih dalam tahap pengerjaan.

Namun, sejumlah oknum pengendara dilaporkan merusak portal agar tetap dapat melintas, terutama pada malam hari ketika pengawasan berkurang.

Baca Juga: Kotim Perkuat Ketahanan Pangan Lewat Pengembangan Hortikultura

Mentana mengingatkan masyarakat, khususnya pengemudi kendaraan bertonase besar, agar tidak memaksakan melintasi jembatan tersebut karena kapasitasnya terbatas.

"Jembatan ini hanya dirancang untuk kendaraan dengan beban maksimal delapan ton. Kami mengimbau kendaraan berat seperti truk bermuatan besar maupun kontainer agar menggunakan jalur alternatif melalui Lingkar Selatan demi menjaga umur layanan jembatan," tegasnya. (yn/fm)

Editor : Farid Mahliyannor
#sei mentaya I #Perbaikan #Pemeliharaan #jembatan patah #proyek