SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) bergerak cepat, merespons anjloknya harga telur di tingkat peternak lokal.
Wakil Bupati Kotim Irawati memimpin inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah distributor dan agen telur di Kota Sampit, Senin (29/6/2026), sebagai langkah awal melindungi peternak sekaligus menata rantai distribusi komoditas tersebut.
Peninjauan dilakukan setelah Pemkab menerima aspirasi dari Aliansi Peternak Ayam Petelur Lokal yang mengeluhkan terus merosotnya harga jual telur di tingkat produsen.
Baca Juga: Kotim Borong 19 Penghargaan MTQ VIII Korpri Kalteng
Sidak difokuskan untuk memetakan persoalan di lapangan sekaligus memastikan distribusi pangan tetap berjalan kondusif.
"Peninjauan ini merupakan respons pemerintah daerah setelah kemarin kami menerima silaturahmi dan aspirasi dari Aliansi Peternak Ayam Petelur Lokal terkait turunnya harga telur," ujar Irawati di sela-sela kegiatan.
Menurutnya, Pemkab Kotim sedang menyiapkan formulasi regulasi mengenai Harga Acuan Pembelian (HAP) yang disesuaikan dengan kondisi daerah.
Baca Juga: Flu Singapura Mengintai Kotim, 66 Kasus Terdeteksi dalam 24 Pekan, Baamang Jadi Titik Terbanyak!
Kebijakan tersebut diharapkan mampu memberikan kepastian harga bagi peternak di tengah tingginya biaya produksi, terutama harga pakan ayam.
Irawati menegaskan, pemerintah tidak ingin peternak lokal terus merugi hingga akhirnya gulung tikar. Jika kondisi tersebut dibiarkan, Kotim dikhawatirkan akan semakin bergantung pada pasokan telur dari luar daerah yang berpotensi memicu gejolak harga dan inflasi.
Baca Juga: Legislatif Kotim Minta SPBU Prioritaskan BBM Subsidi untuk Sektor Pertanian
Sebagai tindak lanjut, Pemkab Kotim akan menginisiasi rapat dengar pendapat (RDP) bersama DPRD Kotim melalui Komisi II. Dalam forum tersebut, pemerintah akan mempertemukan distributor, agen, dan perwakilan peternak untuk menyepakati standar harga yang dinilai adil bagi semua pihak.
"Kami juga sudah berkoordinasi dengan Satgas Pangan dari Polres Kotim untuk melakukan pengawasan. Sebab, harga yang turun di tingkat peternak ternyata tidak berdampak pada penurunan harga di konsumen. Rantai distribusi ini akan kami awasi bersama," tegasnya. (yn/fm)
Editor : Farid Mahliyannor