SAMPIT, radarsampit.jawapos.com - Musim durian menjadi momen yang ditunggu banyak masyarakat di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Namun di balik kenikmatannya, konsumsi durian tetap perlu dibatasi agar tidak menimbulkan gangguan kesehatan, terutama bagi penderita penyakit tertentu.
Adminkes Ahli Pertama sekaligus Pengelola Program Gizi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kotim, Multiansyah mengingatkan masyarakat agar tidak mengonsumsi durian secara berlebihan meski sedang memasuki musim panen.
Menurutnya, bagi orang sehat, konsumsi sekitar dua hingga tiga biji durian ukuran sedang atau sekitar 100 hingga 200 gram daging buah dalam sekali makan masih tergolong aman dan moderat.
“Tidak ada angka yang berlaku untuk semua orang. Namun, banyak ahli gizi menyarankan sekitar dua sampai tiga biji durian ukuran sedang dalam sekali konsumsi bagi orang sehat,” ujarnya, Selasa (23/6).
Multiansyah menjelaskan, durian mengandung karbohidrat, gula alami, dan kalori yang cukup tinggi. Karena itu, konsumsi berlebihan dapat meningkatkan asupan energi harian dan berpotensi memengaruhi kondisi kesehatan tertentu.
Kelompok yang dianjurkan membatasi konsumsi durian antara lain penderita diabetes atau pradiabetes, penderita obesitas, hipertensi, penyakit jantung, gangguan ginjal tertentu, serta lansia yang memiliki penyakit metabolik yang belum terkontrol.
“Bagi penderita diabetes, obesitas, atau penyakit kronis lainnya, jumlah yang aman bisa lebih sedikit dan sebaiknya disesuaikan dengan anjuran tenaga kesehatan,” kata Multiansyah yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPC Persagi Kotim.
Ia menambahkan, durian memang dapat meningkatkan kadar gula darah karena mengandung karbohidrat dan gula alami. Namun, dampaknya bergantung pada jumlah yang dikonsumsi dan kondisi kesehatan masing-masing individu.
Terkait anggapan bahwa durian dapat menyebabkan kolesterol tinggi, ia menjelaskan bahwa durian tidak mengandung kolesterol karena merupakan buah.
Meski demikian, konsumsi berlebihan dalam jangka panjang dapat berkontribusi terhadap peningkatan berat badan dan gangguan metabolik yang berkaitan dengan kadar lemak darah.
Selain memperhatikan jumlah konsumsi, masyarakat juga dianjurkan mengimbanginya dengan minum air putih yang cukup serta tetap mengonsumsi makanan bergizi seimbang.
"Durian tidak dianjurkan menjadi pengganti makanan utama. Tubuh tetap memerlukan berbagai zat gizi dari sumber pangan lain agar kebutuhan nutrisi harian tetap terpenuhi," jelasnya.
Multiansyah juga mengimbau masyarakat segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami keluhan seperti pusing, sesak napas, jantung berdebar, atau gangguan pencernaan setelah mengonsumsi durian. Dengan konsumsi yang bijak, masyarakat tetap dapat menikmati musim durian tanpa mengabaikan kesehatan. (ktr-2)
Editor : Slamet Harmoko