SAMPIT, radarsampit.jawapos.com - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) membidik Bandara H Asan Sampit sebagai pusat konektivitas udara di Kalimantan Tengah guna mendukung pertumbuhan ekonomi, investasi, serta mobilitas masyarakat yang terus meningkat.
Untuk mewujudkan target tersebut, sejumlah usulan pengembangan infrastruktur bandara telah diajukan kepada Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan RI.
Bupati Kotim, Halikinnor, mengatakan penguatan peran Bandara H Asan menjadi kebutuhan strategis seiring berkembangnya aktivitas perdagangan, jasa, dan investasi di wilayah Kotim.
“Saya berharap Bandara H Asan Sampit terus berkembang menjadi salah satu pusat konektivitas udara strategis di Kalimantan Tengah yang mampu menunjang pertumbuhan ekonomi daerah dan meningkatkan pelayanan transportasi bagi masyarakat,” katanya, Senin (22/6).
Menurut Halikinnor, pemerintah daerah telah mengusulkan sejumlah pengembangan, di antaranya pelebaran landasan pacu (runway), peningkatan kekuatan perkerasan landasan atau Pavement Classification Number (PCN), serta penambahan fasilitas penunjang operasional bandara.
Ia menjelaskan, peningkatan kapasitas runway dan PCN akan memungkinkan pesawat berukuran lebih besar beroperasi di Bandara H Asan Sampit.
Kondisi tersebut dinilai penting untuk membuka peluang masuknya maskapai baru sekaligus menambah rute penerbangan dari dan menuju Sampit.
“Dengan pelebaran runway dan peningkatan PCN, kami berharap semakin banyak pesawat berkapasitas besar yang dapat beroperasi di Bandara H Asan Sampit serta membuka peluang penambahan rute penerbangan baru,” tambahnya.
Selain peningkatan infrastruktur utama, Pemkab Kotim juga mengusulkan penerapan sistem pagar knock-down atau buka-tutup pada jalan alternatif di sisi timur runway.
Langkah tersebut ditujukan untuk meningkatkan aspek keselamatan dan keamanan penerbangan tanpa mengganggu aktivitas masyarakat yang menggunakan akses jalan tersebut.
Pemerintah daerah turut mengusulkan relokasi gedung Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran (PKP-PK) yang saat ini berada di kawasan apron bandara.
Pemindahan fasilitas tersebut dinilai diperlukan untuk mendukung pengembangan area parkir pesawat yang semakin dibutuhkan seiring meningkatnya lalu lintas penerbangan.
“Kami juga mengusulkan pemindahan gedung PKP-PK yang saat ini berada di kawasan apron bandara agar pengembangan area parkir pesawat dapat dilakukan seiring meningkatnya aktivitas penerbangan,” jelasnya.
Halikinnor optimistis pengembangan Bandara H Asan Sampit akan memberikan dampak luas bagi daerah. Selain memperkuat konektivitas udara, keberadaan bandara yang lebih representatif diyakini mampu menarik investasi, memperlancar distribusi barang dan jasa, serta mendukung pertumbuhan sektor pariwisata.
Ia berharap berbagai usulan yang telah disampaikan dapat memperoleh dukungan dari pemerintah pusat sehingga Bandara H Asan Sampit mampu berkembang menjadi salah satu simpul transportasi udara penting di Kalimantan Tengah.
“Semakin baik konektivitas yang dimiliki daerah, maka semakin besar pula peluang pertumbuhan ekonomi dan pembangunan yang dapat dirasakan masyarakat,” pungkasnya. (ktr-2)
Editor : Slamet Harmoko