SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Keberadaan beruang madu yang sempat membuat warga Desa Sungai Paring, Kecamatan Cempaga, waspada kini sudah tidak lagi terpantau.
Setelah pemasangan perangkap oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resort Sampit pada pertengahan Juni lalu, satwa liar tersebut hanya sekali terlihat sebelum akhirnya menghilang dari lokasi.
Kepala BKSDA Resort Sampit Muriansyah mengatakan, sehari setelah perangkap dipasang di sekitar area kemunculan beruang, warga masih sempat melaporkan keberadaan satwa tersebut di dekat perangkap.
“Setelah perangkap dipasang, besoknya ada satu kali laporan kemunculan beruang di sekitar perangkap. Setelah itu sudah tidak terlihat lagi sampai hari ini,” kata Muriansyah, Sabtu (20/6/2026).
Menurutnya, beruang madu tersebut kemungkinan telah berpindah ke lokasi lain. Dugaan itu diperkuat dengan meningkatnya aktivitas masyarakat di kebun seiring masuknya musim buah.
Saat ini sejumlah tanaman buah seperti durian dan rambutan mulai memasuki masa panen. Kondisi tersebut membuat kebun warga lebih ramai dibanding biasanya.
“Kemungkinan beruang berpindah ke lokasi lain. Sekarang banyak kebun buah yang sedang berbuah sehingga aktivitas warga di kebun semakin tinggi,” ujarnya.
Meski demikian, BKSDA tetap mengingatkan masyarakat agar berhati-hati saat beraktivitas di kebun, terutama yang berbatasan dengan kawasan semak belukar maupun hutan.
Muriansyah menjelaskan, musim buah memang kerap memicu kemunculan satwa liar di area perkebunan masyarakat. Hewan-hewan tersebut keluar dari habitat alaminya untuk mencari sumber makanan.
“Kalau kebun sedang berbuah, biasanya satwa liar yang berada di kawasan hutan dan semak belukar akan masuk ke kebun untuk mencari makan atau buah-buahan,” jelasnya.
Sebelumnya, BKSDA menemukan dua sarang beruang madu di Desa Sungai Paring saat melakukan penyisiran menyusul laporan warga yang beberapa kali melihat satwa tersebut berkeliaran di sekitar kebun buah dekat permukiman.
Petugas juga menemukan bekas cakaran pada pohon rambutan dan durian serta sisa buah durian yang diduga baru dimakan beruang.
Berdasarkan temuan itu, BKSDA memasang perangkap sebagai langkah antisipasi guna mencegah konflik antara manusia dan satwa liar yang dilindungi.
BKSDA turut mengimbau masyarakat untuk tidak bertindak sendiri apabila kembali menjumpai satwa liar di kebun. Warga diminta segera melaporkan temuan tersebut kepada petugas.
“Kalau melihat orangutan atau beruang madu berada di kebun, jangan mencoba menangkap atau melukai satwa tersebut. Segera laporkan kepada petugas yang berwenang agar bisa ditangani dengan aman,” tegas Muriansyah. (oes)
Editor : Slamet Harmoko