SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Aktivitas warga di Jalan S. Parman, Kelurahan Mentawa Baru Hulu, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Selasa (16/6/2026) pagi, sempat diwarnai kemunculan seekor biawak air yang masuk ke dalam rumah warga.
Reptil itu diketahui bersembunyi di kamar belakang sebuah rumah di kawasan tersebut. Keberadaannya membuat penghuni rumah khawatir sehingga meminta bantuan petugas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).
"Laporan kami terima sekitar pukul 07.45 WIB. Tiga menit kemudian, personel Regu III Damkarmat bergerak menuju lokasi kejadian yang berjarak sekitar 1,5 kilometer dari Markas Komando Damkar," ungkap Komandan Regu III Disdamkarmat Kotim Supiansyah.
Setibanya di lokasi, petugas langsung melakukan pengecekan setelah diarahkan pemilik rumah ke bagian kamar belakang. Di tempat itulah biawak ditemukan bersembunyi.
Dengan menggunakan peralatan khusus, petugas kemudian melakukan evakuasi terhadap satwa tersebut. Proses penanganan berlangsung cepat dan terkendali.
Dalam waktu sekitar enam menit, biawak air Asia (Varanus salvator) berhasil diamankan tanpa menimbulkan korban maupun kerusakan pada bangunan rumah.
Evakuasi pun dilakukan oleh personel yang bertugas. Dengan berbekal pengalaman melakukan evakuasi dan peralatan memadai akhirnya biawak liar tersebut diamankan oleh petugas.
Kemunculan biawak di lingkungan permukiman warga bukan hal yang sepenuhnya asing di Sampit. Satwa tersebut kerap terlihat di kawasan yang berdekatan dengan sungai, saluran drainase maupun lahan yang masih ditumbuhi vegetasi lebat.
Meski umumnya tidak menyerang manusia, keberadaan biawak di dalam rumah dapat menimbulkan kepanikan dan berpotensi membahayakan jika warga mencoba menangkapnya sendiri.
Beruntung dalam kejadian kali ini tidak ada korban jiwa maupun korban luka. Setelah memastikan situasi aman, petugas kembali ke markas untuk melanjutkan tugas pelayanan kepada masyarakat.
Masyarakat diimbau segera menghubungi petugas apabila menemukan satwa liar masuk ke lingkungan permukiman agar dapat ditangani dengan aman dan sesuai prosedur. (oes)
Editor : Slamet Harmoko