Radar Utama Kalteng Metropolis Si Ongol Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Dua Hari Tanpa Hujan, Sejumlah Ruas Jalan di Sampit Masih Tergenang

Usay Nor Rahmad • Rabu, 10 Juni 2026 | 11:20 WIB
Dua Hari Tanpa Hujan, Sejumlah Ruas Jalan di Sampit Masih Tergenang
Dua Hari Tanpa Hujan, Sejumlah Ruas Jalan di Sampit Masih Tergenang

 SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Meski hujan telah berhenti sejak Senin malam (8/6/2026), sejumlah ruas jalan di Kota Sampit masih tergenang air hingga Rabu pagi (10/6/2026). Kondisi tersebut dikeluhkan warga karena genangan belum juga surut meski cuaca dalam dua hari terakhir relatif cerah.

Salah satu lokasi yang masih digenangi air berada di Jalan Walter Condrat, tepatnya di sekitar perempatan Jalan Walter Condrat–Jalan Sarigading, Kecamatan Baamang. Genangan yang menutupi sebagian badan jalan membuat pengendara harus mengurangi kecepatan saat melintas.

Berdasarkan pantauan Klikkalteng.id, air masih terlihat menggenang di kawasan tersebut pada Rabu pagi. Padahal, tidak ada hujan yang turun sejak banjir akibat curah hujan tinggi melanda sejumlah wilayah di Sampit awal pekan ini.

“Masih banjir, padahal tidak ada hujan lagi, memang seperti itu. Air cepat naik tapi bila sudah tergenang lambat surut ya, " kata Irus, warga Baamang.

Menurutnya, Jalan Walter Condrat memang menjadi salah satu kawasan yang kerap tergenang saat hujan deras. Namun, genangan kali ini dinilai bertahan lebih lama dibanding biasanya.

Hal senada disampaikan Dandy, warga yang sering melintas di lokasi tersebut. Ia mengaku heran karena air belum juga surut meski hujan sudah lama berhenti.

“Terpaksa mencari jalan alternatif lain. Padahal di situ jalan paling cepat untuk mengantar anak sekolah,” ujarnya.

Sebelumnya, hujan berintensitas tinggi yang mengguyur Kota Sampit sejak Senin malam hingga Selasa dini hari menyebabkan genangan muncul di sejumlah titik. Selain Jalan Walter Condrat, genangan juga sempat terlihat di Jalan Cristopel Mihing, Jalan Suprapto, dan Jalan Anang Santawi.

Warga menduga lambatnya surut genangan berkaitan dengan kapasitas drainase yang belum mampu mengalirkan air secara maksimal. Akibatnya, air masih tertahan di beberapa titik meski cuaca telah kembali normal.

Kondisi ini kembali memunculkan harapan masyarakat agar penanganan drainase perkotaan dapat segera direalisasikan. Pasalnya, persoalan genangan yang bertahan hingga berhari-hari dinilai mengganggu aktivitas warga dan pengguna jalan.

Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur sebelumnya telah merencanakan pembangunan dua paket drainase utama di kawasan Jalan DI Panjaitan dan Jalan Tjilik Riwut untuk mengurangi genangan yang kerap terjadi saat musim hujan.

Warga berharap program tersebut dapat mempercepat penanganan banjir perkotaan sehingga genangan tidak lagi bertahan lama setelah hujan berhenti.

 “Mudah-mudahan ke depan air bisa lebih cepat surut dan tidak terus berulang seperti sekarang,” harap Dandy. (oes)

Editor : Slamet Harmoko
#banjir kotim #banjir sampit #kalteng