Radar Utama Kalteng Metropolis Si Ongol Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Antisipasi Gangguan Penerbangan: Runway Bandara Terancam Genangan, Bupati Kotim Ambil Tindakan

Yuni Pratiwi Iskandar • Selasa, 9 Juni 2026 | 20:30 WIB
DRAINASE: Bupati Kotim Halikinnor didampingi pihak terkait saat meninjau drainase di kawasan Bandara Haji Asan Sampit, Selasa (9/6/2026). FOTO: YUNI/RADAR SAMPIT
DRAINASE: Bupati Kotim Halikinnor didampingi pihak terkait saat meninjau drainase di kawasan Bandara Haji Asan Sampit, Selasa (9/6/2026). FOTO: YUNI/RADAR SAMPIT

 

SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur bergerak cepat menangani persoalan drainase di kawasan Bandara Haji Asan Sampit, Selasa (9/6/2026).

Bupati Kotim, Halikinnor turun langsung meninjau saluran air di ujung kawasan bandara yang diduga menjadi penyebab munculnya genangan di sekitar landasan pacu (runway) saat hujan lebat maupun air pasang.

Peninjauan dilakukan bersama sejumlah instansi terkait, di antaranya Kepala Dinas Perhubungan Kotim, Raihansyah, Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Haji Asan Sampit, Abdul Haris, perwakilan Dinas SDABMBKPRKP, serta pihak terkait lainnya.

Baca Juga: Bazar Swalayan di Sampit akan Diramaikan Puluhan UMKM, Dorong Kebangkitan Produk Lokal

Halikinnor mengatakan, hasil pemantauan menunjukkan aliran air dari wilayah barat selama ini melintasi kawasan bandara. Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan genangan di sekitar runway ketika curah hujan tinggi maupun saat air pasang.

“Dari hasil peninjauan, ternyata aliran air dari daerah barat melewati kawasan bandara. Saat hujan lebat dan kondisi tertentu, ada titik yang tergenang. Karena itu kami meminta dinas terkait segera melakukan pembersihan dan normalisasi drainase,” ujarnya.

Sebagai langkah awal, pemerintah daerah akan melakukan pembersihan dan pengerukan saluran drainase agar aliran air kembali lancar. Setelah itu, akan dilakukan kajian terhadap arah pembuangan air agar tidak lagi mengalir menuju area landasan pacu.

Baca Juga: DPRD Kotim: Pengawasan MinyaKita Harus Diperketat Agar Tak Langka!

Menurut Halikinnor, aspek teknis pengalihan aliran air akan ditangani oleh instansi yang membidangi pekerjaan umum. Pemerintah daerah fokus memastikan solusi yang diambil mampu mengatasi persoalan genangan, terutama di kawasan runway.

“Yang lebih memahami teknisnya tentu Dinas PU. Yang penting setelah drainase dibersihkan, aliran air menjadi lancar dan tidak lagi mengarah ke runway,” katanya.

Ia menegaskan, genangan air di sekitar landasan pacu tidak boleh dianggap sepele karena berpotensi mengganggu operasional penerbangan. Runway yang basah atau tergenang dapat menjadi kendala bagi proses lepas landas maupun pendaratan pesawat.

Baca Juga: BKSDA Ambil Alih Penyelidikan Temuan Kerangka Orangutan Di Kolong Jembatan Bumi Raya Baamang

Karena itu, pemerintah daerah bersama pengelola bandara berupaya memastikan sistem drainase berfungsi optimal. Normalisasi drainase menjadi langkah antisipatif untuk mendukung keselamatan dan kelancaran operasional Bandara Haji Asan Sampit.

“Kami berharap bagaimanapun kondisi hujannya, tidak ada lagi genangan di runway. Landasan harus tetap kering agar aktivitas penerbangan berjalan aman dan lancar,” harapnya. (yn/fm)

Editor : Farid Mahliyannor
#saluran air #Bandara H Asan #runway #sampit #drainase