Radar Utama Kalteng Metropolis Si Ongol Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Enam Hari ke Depan, Hutan dan Lahan di Kotim Sangat Mudah Terbakar

Usay Nor Rahmad • Minggu, 31 Mei 2026 | 16:53 WIB
Peta tingkat kemudahan kebakaran daratan di Kalimantan Tengah menunjukkan warna merah artinya sangat mudah terbakar. (BMKG) 
Peta tingkat kemudahan kebakaran daratan di Kalimantan Tengah menunjukkan warna merah artinya sangat mudah terbakar. (BMKG) 

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Masyarakat Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Pasalnya, kondisi hutan dan lahan di wilayah tersebut diperkirakan akan sangat mudah terbakar dalam enam hari ke depan.

Peringatan tersebut disampaikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim berdasarkan analisis kondisi cuaca dan tingkat kekeringan vegetasi yang dirilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Melalui informasi yang dipublikasikan di media sosial resminya, BPBD Kotim mengingatkan masyarakat agar berhati-hati saat beraktivitas di kawasan hutan, lahan perkebunan maupun area pertanian.

“Dalam enam hari ke depan, kondisi hutan dan lahan sangat mudah terbakar. Hati-hati beraktivitas,” tulis BPBD Kotim dalam imbauannya.

Data BMKG Stasiun Meteorologi H. Asan Kotawaringin Timur menunjukkan sebagian besar wilayah Kalimantan Tengah, termasuk Kotim, didominasi kategori merah atau sangat mudah terbakar. Kondisi tersebut bahkan diprediksi semakin meluas mulai beberapa hari ke depan.

Pada peta analisis kemudahan terjadinya kebakaran untuk 31 Mei hingga 1 Juni 2026, kawasan selatan dan tengah Kalimantan Tengah terlihat berada dalam tingkat kerawanan tinggi.

Sementara pada prakiraan hingga H+5, hampir seluruh wilayah provinsi didominasi warna merah yang menunjukkan tingkat kekeringan vegetasi semakin meningkat.

Kondisi ini menjadi perhatian serius mengingat Kotim memiliki hamparan lahan gambut yang cukup luas. Saat musim kering, lahan gambut yang terbakar dapat memicu kebakaran berkepanjangan karena api merambat di bawah permukaan tanah dan sulit dipadamkan.

Selain berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi dan kerusakan lingkungan, karhutla juga dapat menyebabkan kabut asap yang berdampak pada kesehatan masyarakat serta aktivitas transportasi.

Karena itu, masyarakat diminta tidak melakukan pembakaran lahan dalam bentuk apa pun, termasuk untuk membersihkan kebun atau membuka area pertanian.

Warga juga diimbau segera melaporkan apabila menemukan titik api maupun aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.

Pemerintah daerah bersama instansi terkait terus memantau perkembangan kondisi cuaca dan tingkat kerawanan karhutla sebagai langkah antisipasi menghadapi musim kemarau yang mulai berlangsung di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah. (oes)

Editor : Slamet Harmoko
#ramalan cuaca #sampit #kotim #karhutla