SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Bea Cukai Sampit bersama Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Satu Sampit dan Pemerintah Kabupaten Seruyan menggelar UMKM Empowerment Forum (UEF) IV di Aula BKAD Kabupaten Seruyan, Rabu (6/5). Kegiatan ini mengusung tema “Peningkatan Standardisasi Produk UMKM dalam Rangka Perluasan Pasar” sebagai upaya mendorong pelaku UMKM naik kelas dan memperluas akses pasar.
Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi Tim BUMIKU ELOK (Bina UMKM Mendukung Iklim Kondusif Ekonomi Lokal) yang terdiri atas Bea Cukai Sampit, Kantor Pelayanan Pajak Pratama Sampit, dan Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara Sampit bersama Dinas Koperasi UKM dan Perindag Kabupaten Seruyan. Forum ini menyasar pelaku UMKM di Kabupaten Seruyan, Kotawaringin Timur, dan Katingan.
Kegiatan UMKM Empowerment Forum (UEF) ke IV ini dibuka oleh Wakil Bupati Seruyan H. Supian, dan dihadiri oleh para pemangku kepentingan yang merupakan kolaborasi unsur pentahelix dari Kabupaten Seruyan, Katingan dan Kotawaringin Timur, seperti pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas dan media.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Seruyan menyampaikan bahwa untuk melaksanakan program pengembangan dan pemberdayaan UMKM ini perlu upaya kolaborasi dan sinergi bersama sehingga memberikan dampak yang nyata terutama dalam meningkatkan daya saing produk unggulan.
Selain itu H. Supian juga menyampaikan atas nama pemerintah daerah Kabupaten Seruyan, mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada panitia penyelenggara dan semua yang terlibat serta menginisiasi dalam pelaksanaan kegiatan ini.
Selanjutnya bertindak selaku ketua panitia, Team Leader I BUMIKU ELOK, Kepala KPPBC TMP C Sampit, mewakili Kementerian Keuangan Satu Sampit, Agus Dwi Setia Kuncoro menyampaikan sambutan bahwa kegiatan EUF 4 ini merupakan sebuah wadah diskusi, inovasi, kolaborasi, dan monev dalam rangka pemberdayaan dan pembinaan UMKM di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur, Kabupaten Katingan, dan Kabupaten Seruyan.
Hal yang spesial dari UEF IV ini adalah adanya forum edukasi bagi pelaku usaha dalam rangka peningkatan standardisasi produk UMKM sebagai solusi dan upaya agar pelaku UMKM berhasil naik kelas, dengan narasumber yang berasal dari Atase Perdagangan New Delhi – India, Badan Standardisasi Nasional, Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Kalimantan Tengah, dan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan Provinsi Kalimantan Tengah.
Kementerian Keuangan Satu Sampit melalui inovasi BUMIKU ELOK berkomitmen untuk terus mendukung UMKM baik itu melalui kebijakan, program, maupun anggaran. Berbagai fasilitas seperti akses pemodalan, fasilitas perpajakan dan kepabeanan, serta bimbingan teknis terus digelontorkan demi peningkatan kualitas dan kapasitas UMKM dalam memproduksi produk yang bermutu tinggi untuk menjawab tantangan global. Ketika pelaku usaha UMKM ini dapat meningkatkan kualitas produknya, peluang pasar baik domestik maupun internasional akan semakin terbuka dan ini akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi di daerah sekaligus pertumbuhan ekonomi nasional. Dan untuk itu, kami siap membantu. (adv)
Editor : Heru Prayitno