SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Pelaksanaan Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS3N) tingkat Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) 2026 resmi berakhir, Rabu (29/4/2026).
Seiring penutupan tersebut, upaya pembinaan bagi para juara sebelum berlaga di tingkat Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) akan lebih intensif dilakukan.
Ajang yang dipusatkan di SMAN 3 Sampit itu berlangsung selama tiga hari sejak 27 April 2026 dan diikuti 310 peserta dari 18 SMA/MA dan SMK. Mereka berkompetisi pada 16 cabang lomba, baik perorangan maupun beregu.
Baca Juga: Bapenda Kotim Apresiasi Kepatuhan Pengusaha Dongkrak Pajak Kuliner
Ketua Panitia Candra Junawanti memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan tertib hingga penutupan. Dari hasil penilaian dewan juri, telah ditetapkan para juara terbaik di masing-msaing cabang yang akan mewakili Kotim ke tingkat provinsi.
“Seluruh tahapan berjalan baik dan kita sudah mendapatkan juara di setiap cabang lomba untuk dikirim ke tingkat provinsi,” ujarnya.
Ia menegaskan, proses penilaian dilakukan secara objektif agar peserta yang terpilih benar-benar memiliki kualitas da ndaya saing. Dengan demikian, peluang untuk meraih prestasi di tingkat berikutnya diharapkan semakin terbuka.
Baca Juga: Skema Ekonomi Produktif Dinilai Gagal, DPRD Kotim Desak Evaluasi Aturan Plasma
“Kami berupaya objektif dalam penilaian, sehingga juara yang dihasilkan siap bersaing di tingkat provinsi,” tambahnya.
Penutupan FLS3N turut diwarnai penampilan sejumlah juara, seperti vokal solo dan tari kreasi. Selain itu, panitia juga menyerahkan plakat dan piagam penghargaan kepada para pemenang. Prosesi penutupan ditandai dengan pemukulan gong oleh Kepala SMAN 3 Sampit Mulyadi.
Sementara itu, Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK Kotim Ahmad Arifin menilai keberhasilan pelaksanaan FLS3N tahun ini menjadi modal awal untuk menghadapi persaingan yang lebih ketat di tingkat provinsi.
Baca Juga: Belanja Pemerintah Go Digital, Pemkab Kotim Genjot Produk Lokal
Menurutnya, para juara membutuhkan pembinaan lebih serius agar mampu mempertahankan bahkan meningkatkan prestasi.
“Yang juara pertama ini harus dilatih lebih intensif, supaya siap menghadapi persaingan di tingkat provinsi dan bisa kembali meraih hasil terbaik,” katanya.
Ia juga menyinggung capaian tahun sebelumnya sebagai bahan evaluasi. Pada 2025, sejumlah cabang seperti jurnalistik, gitar solo, film pendek, dan monolog berhasil mengantarkan Kotim hingga ke tingkat nasional.
Baca Juga: Megamart Pangkalan Bun Kembali Dibobol Maling
“Tahun ini kita harapkan yang lolos bisa lebih banyak, minimal kita mampu meningkatkan capaian dari tahun lalu,” harapnya. (soc/yn/fm)
Editor : Farid Mahliyannor