SAMPIT, radarsampit.jawapos.com — Dinas Kesehatan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mencatat kasus hipertensi dan tuberkulosis (TBC) masih mendominasi, sementara pelaksanaan program cek kesehatan gratis (CKG) belum berjalan optimal hingga 2025.
Kepala Dinas Kesehatan Kotim Umar Kaderi mengatakan, hipertensi menempati posisi kedua penyakit terbanyak. Namun, tingkat pengendaliannya masih rendah, yakni sekitar 13,9 persen.
“Kasus hipertensi cukup tinggi, tetapi yang dapat dikendalikan baru sekitar 13,9 persen,” ujarnya.
Selain itu, kasus TBC pada 2025 tercatat sebanyak 602 kasus. Jumlah ini menurun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 740 kasus, tetapi masih menjadi fokus penanganan.
Di sisi lain, jumlah orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) berat meningkat sebesar 14,8 persen. Bahkan, masih ditemukan praktik pemasungan di masyarakat.
“Masih ada empat orang yang dipasung, ini tentu menjadi perhatian bersama,” tegas Umar.
Sementara itu, capaian program CKG baru mencapai 50,81 persen dari target indikator dan 18,29 persen dari total penduduk. Program yang dicanangkan pemerintah tersebut belum maksimal karena rendahnya partisipasi masyarakat dalam melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin.
Untuk mengatasi hal itu, Dinas Kesehatan Kotim mendorong keterlibatan berbagai pihak, mulai dari perangkat daerah, dunia usaha, hingga organisasi kemasyarakatan, guna meningkatkan kesadaran masyarakat.
“Kami akan terus mengoptimalkan pelaksanaan cek kesehatan gratis hingga menjangkau institusi dan masyarakat luas,” pungkasnya. (yn/yit)
Editor : Heru Prayitno