Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Muka Air Meningkat, Buaya Muncul di Sungai Samuda Kecil

Usay Nor Rahmad • Sabtu, 25 April 2026 | 14:34 WIB
Penampakan buaya muara saat sedang berjemur di salah satu wilayah di Samuda Kecil, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Sabtu (25/4/2026).
Penampakan buaya muara saat sedang berjemur di salah satu wilayah di Samuda Kecil, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Sabtu (25/4/2026).

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com  – Kenaikan muka air laut yang terjadi beberapa hari terakhir memaksa warga untuk meningkatkan kewaspadaan terutama yang bermukim di pesisir Sungai Mentaya.

Di tengah ancaman pasang tinggi, kemunculan buaya di aliran sungai memperbesar potensi risiko bagi masyarakat.

Berdasarkan prakiraan BMKG, ketinggian air laut di Teluk Sampit diperkirakan mencapai sekitar 3,2 meter pada pukul 13.00 WIB.

Kondisi ini berpotensi menyebabkan peningkatan debit air sungai hingga meluap ke bantaran.

Situasi tersebut beriringan dengan kemunculan seekor buaya di Sei Ijum, Desa Samuda Kecil,  Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).

Hewan predator itu terlihat berjemur di tepi sungai, tidak jauh dari aktivitas warga.

“Benar, buaya muncul di Sei Ijum, Desa Samuda Kecil,” ujar Tiar, warga 
setempat, Sabtu (25/4/2026).

Kemunculan buaya itu terekam dalam video amatir yang kemudian beredar luas di media sosial.

Dalam rekaman tersebut, sejumlah warga terlihat mendekati lokasi bahkan melempar benda ke arah buaya. Aksi itu memicu reaksi agresif, di mana buaya sempat membuka mulutnya.

Warga menyebut, kemunculan buaya di kawasan tersebut bukan hal baru. Wilayah Samuda memang berada di sekitar habitat alami buaya, khususnya di sepanjang Sungai Mentaya dan anak sungainya, termasuk Sei Ijum.

Namun, kondisi air yang meningkat dinilai dapat memperbesar kemungkinan buaya mendekati permukiman.

Saat debit air naik, satwa tersebut berpotensi berpindah ke area yang lebih dekat dengan aktivitas manusia.

Aktivitas masyarakat di bantaran sungai pun masih cukup tinggi, mulai dari mandi, mencuci hingga mencari ikan.

Kondisi ini menjadi rawan, terutama bagi anak-anak yang kerap bermain di sekitar sungai.

Warga kini mulai meningkatkan kewaspadaan, terlebih pada jam-jam kritis saat air berada pada titik tinggi, yakni sekitar pukul 11.00 hingga 15.00 WIB. Hingga saat ini belum ada laporan korban akibat kemunculan buaya tersebut.

Masyarakat diimbau untuk membatasi aktivitas di sekitar sungai saat air pasang, serta tidak melakukan tindakan yang dapat memancing agresivitas buaya.

Selain itu, diharapkan pihak terkait dapat meningkatkan pemantauan guna mencegah potensi konflik antara manusia dan satwa liar.

Dengan kondisi air yang tinggi dan kemunculan predator di sekitar permukiman, kewaspadaan menjadi langkah utama untuk menjaga keselamatan warga pesisir Samuda Kecil. (oes)

Editor : Slamet Harmoko
#sungai samuda #buaya #sampit #kotim #kalteng