Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Biaya Nongkrong Naik, Anak Muda Sampit Tetap Bertahan di Kafe

Usay Nor Rahmad • Jumat, 3 April 2026 | 15:20 WIB
Sejumlah anak muda di Sampit, tampak menikmati sajian kopi di salah satu kafe di Sampit. (Usay Nor Rahmad/Radar Sampit)
Sejumlah anak muda di Sampit, tampak menikmati sajian kopi di salah satu kafe di Sampit. (Usay Nor Rahmad/Radar Sampit)

 

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com  – Tren nongkrong di kafe yang lekat dengan gaya hidup anak muda di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), diprediksi bakal semakin mahal. Sejumlah pelaku usaha mulai menaikkan harga menu menyusul lonjakan harga bahan baku dan biaya operasional.

Fenomena menjamurnya kafe di berbagai sudut kota masih terlihat jelas. Hampir setiap sore hingga malam, tempat-tempat tersebut dipadati pengunjung, terutama kalangan muda yang menjadikannya ruang bersosialisasi hingga bekerja.

Namun, di balik ramainya aktivitas tersebut, pelaku usaha kini dihadapkan pada tekanan biaya yang terus meningkat. Kenaikan harga bahan baku yang terjadi dalam waktu berdekatan memaksa pengusaha melakukan penyesuaian harga agar usaha tetap berjalan.

Salah satu pelaku usaha kafe di Jalan Gatot Subroto, Asary, mengakui pihaknya mulai menaikkan harga sejumlah produk. Langkah itu diambil setelah harga bahan baku melonjak signifikan.

“Gelas cup, plastik untuk take away, dan beberapa bahan naik drastis sampai 40 persen. Terutama plastik. Selain itu, harga susu UHT dan telur juga ikut naik,” ujarnya, Jumat (3/4/2026).

Menurut dia, kenaikan tersebut terjadi secara tiba-tiba dan berdampak langsung pada biaya operasional. Kondisi itu membuat pengeluaran usaha membengkak.

“Pengaruhnya ke operasional kami, pengeluaran jadi over. Kalau harga tidak disesuaikan, omzet bisa turun. Jadi kami terpaksa menaikkan harga untuk menjaga kualitas rasa dan pelayanan,” jelasnya.

Meski harga mulai merangkak naik, jumlah pengunjung disebut belum mengalami penurunan signifikan. Kafe masih menjadi pilihan utama bagi sebagian anak muda.

Abu, salah satu pelanggan, mengaku tetap memilih bekerja dan bersantai di kafe meski harga mulai naik. Baginya, suasana kafe menawarkan kenyamanan yang tidak didapatkan di tempat lain.

“Sepertinya tetap ke kafe. Bisa minum kopi enak sambil nongkrong. Saya juga tidak kerja di kantor, jadi suasana kafe nyaman buat kerja,” katanya.

Kendati demikian, kenaikan harga ini tetap menjadi tantangan tersendiri, baik bagi pelaku usaha maupun pelanggan. Di tengah biaya hidup yang terus meningkat, daya beli masyarakat pun ikut diuji. (oes)

Editor : Slamet Harmoko
#biak numfor #kafe #mahabarata #Saat #anak muda