SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Aktivitas jual beli emas di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, terpantau stabil menjelang Ramadan. Namun demikian, minat masyarakat terhadap emas kadar tinggi atau emas 999 justru menunjukkan peningkatan dibandingkan kadar lainnya.
Pengelola Toko Emas Mitra Baru di kawasan Pusat Perbelanjaan Mentaya Sampit, Muliana Sari, mengatakan daya beli masyarakat saat ini masih relatif sama seperti hari-hari biasa.
“Untuk penjualan masih stabil. Daya beli dan daya jual pelanggan tidak jauh berbeda dari sebelumnya,” ujarnya, Senin (16/2/2026).
Ia menjelaskan, emas kadar 999 menjadi jenis yang paling banyak diminati pembeli. Jumlah pembeli untuk kadar tersebut dinilai lebih dominan dibandingkan masyarakat yang menjual kembali emasnya.
“Kalau emas kadar tinggi, yang beli lebih banyak daripada yang jual. Sementara untuk kadar 375 dan 700 masih seimbang, ada yang beli dan ada juga yang jual,” jelasnya.
Menurut Lia, sapaan akrabnya, meningkatnya minat terhadap emas kadar tinggi tidak terlepas dari desain perhiasan yang kini semakin modern dan mengikuti tren. Jika sebelumnya emas 999 identik dengan model klasik, kini tampil lebih variatif dan kekinian.
“Sekarang modelnya sudah lebih modern, jadi menarik minat masyarakat,” katanya.
Untuk jenis perhiasan, cincin masih menjadi produk yang paling banyak dicari pelanggan. Selain sebagai sarana investasi, pembelian emas juga dipersiapkan untuk kebutuhan menjelang Hari Raya Idulfitri.
Sementara itu, berdasarkan daftar harga terbaru per Senin (16/2/2026), harga emas kadar 999 tercatat Rp2.750.000 per gram. Adapun harga emas kadar 750 sebesar Rp2.260.000 per gram, kadar 700 Rp2.110.000 per gram, kadar 420 Rp1.310.000 per gram, dan kadar 375 Rp1.220.000 per gram. Harga tersebut bersifat tidak mengikat dan dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti pergerakan pasar.
Muliana memperkirakan transaksi emas akan meningkat saat mendekati Lebaran. Biasanya, pembeli akan jauh lebih dominan dibandingkan penjual.
“Kalau mendekati Lebaran, biasanya pembeli bisa mencapai sekitar 80 persen,” tandasnya.(oes)
Editor : Slamet Harmoko