SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Persoalan jalan tergenang air yang selama ini menjadi keluhan tahunan warga Desa Bukit Indah, Kecamatan Telaga Antang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), mulai tertangani.
Beberapa titik badan jalan yang kerap terendam air saat musim hujan dilakukan penimbunan guna memperlancar aktivitas masyarakat setempat.
Kepala Desa Bukit Indah Herman Usianto mengatakan, genangan air saat debit sungai naik bisa mencapai 20 hingga 30 sentimeter di badan jalan. Kondisi itu cukup mengganggu mobilitas warga.
“Kalau musim hujan, air bisa 20 sampai 30 sentimeter menggenangi jalan. Anak-anak ke sekolah terganggu, warga mau belanja ataupun ke kebun juga kesulitan. Kadang harus memutar,” ujarnya.
Titik genangan rutin terjadi di antaranya di RT. 09 dan RT. 06. Jalan tersebut merupakan akses utama warga dalam beraktivitas sehari-hari.
Menurut Herman, keterbatasan anggaran desa membuat perbaikan menyeluruh belum bisa dilakukan sebelumnya. Karena itu, ketika ada dukungan melalui kegiatan TMMD, penanganan jalan tergenang menjadi salah satu prioritas.
“Jalan yang selama ini belum bisa kami bangun dari dana desa akhirnya bisa terbantu. Kami sangat berterima kasih karena ini memang kebutuhan mendesak masyarakat,” katanya.
Selain jalan lingkungan, akses jalan usaha tani sepanjang 1.734 meter juga dibuka dan sedang dalam tahap pengerjaan. Jalantersebut menjadi jalur vital bagi warga yang myaoritas bekerja di sektor perkebunan kelapa sawit.
Sebelumnya, akses menuju kebun hanya berupajalan tanah tanpa penimbunan. Saat hujan turun, kondisi menjadi licin dan sulit dilalui kendaraan pengangkut hasil panen.
“Kalau jalan usaha tani ini manfaatnya besar sekali. Selama ini jalannya sudah ada, tapi belum di ditimbun. Dengan adanya pengerjaan ini, masyarakat lebih mudah mengeluarkan hasil perkebunan,” jelas Herman.
Tak hanya infrastruktur jalan, kegiatan tersebut juga mencakup normalisasi sungai untuk mengurangi luapan air, perbaikan dua unit rumah tidak layak huni, serta pembangunan satu unit sumur bor bagi warga.
Herman berharap, dengan penanganan bertahap tersebut, persoalan genangan saat musim hujan dapat diminimsalkan dan roda perekonomian desa semakin lancar.
“Harapan kami, setelah jalan ditimbun, tidak ada lagi genangan yang menghambat aktivitas warga setiap musim hujan,” harapnya. (yn/fm)
Editor : Farid Mahliyannor