Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Satgas Saber Pangan Sidak PPM Sampit! Harga Daging Sapi Stabil, Cabai Merah Keriting di Atas HET

Yuni Pratiwi Iskandar • Rabu, 11 Februari 2026 | 21:26 WIB
PANTAU: Satgas Saber Pangan melakukan pemantauan harga kebutuhan pokok di Kota Sampit, Rabu (11/2/2026). FOTO: YUNI/RADAR SAMPIT
PANTAU: Satgas Saber Pangan melakukan pemantauan harga kebutuhan pokok di Kota Sampit, Rabu (11/2/2026). FOTO: YUNI/RADAR SAMPIT

SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Satuan Tugas (Satgas) Saber Pangan Pusat Badan Pangan Nasional wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng) bersama dinas-dinas terkait Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) melakukan pemantauan harga dan ketersediaan bahan pokok di Pusat Perbelanjaan Mentaya (PPM) Sampit.

Dari hasil pantauan, sejumlah komoditas masih berada dalam batas ketentuan pemerintah, meski beberapa lainnya tercatat melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET).

Anggota Satgas Saber Pangan Pusat Badan Pangan Nasional wilayah Kalteng Ayu Saza Nurwendah menyampaikan harga Minyakita terpantau sudah sesuai dengan HET Rp15.700 per liter.

Sementara itu, beras premium masih berada pada kategori stabil tinggi, sebagaimana data Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP).

“Untuk cabai rawit merah sempat tinggi, namun sekarang mulai turun. Justru cabai merah keriting yang saat ini mulai agak tinggi, bahkan melebihi HET,” ujarnya.

Berdasarkan hasil wawancara pihaknya dengan salah satu pedagang di Pasar PPM, harga cabai merah keriting dijual Rp60 ribu per kilogram. Padahal kisaran harga yang seharusnya berada di rentang Rp37 ribu hingga Rp55 ribu per kilogram. Diduga, tingginya harga dipengaruhi faktor distribusi, mengingat sebagian pasokan berasal dari Pulau Jawa.

“Informasi dari dinas perdagangan, distributornya dari Jawa lagi pasang, jadi mungkin pengaruh itu juga jadi harganya tinggi,” jelasnya.

Komoditas lain yang juga terpantau mengalami kenaikan adalah telur ayam. Namun, pihaknya masih menelusuri penyebab pasti kenaikan tersebut hingga ke tingkat distributor.

Untuk daging ayam, harga dinilai masih sesuai ketentuan pemerintah. Sedangkan daging sapi terpantau stabil di atas ketentuanya. Ketentuan harga daging sapi sebesar Rp140 ribu per kilogram, namun di lapangan dijual Rp150 ribu per kilogram.

“Memang pasokan daging sapi kebanyakan dari Jawa, karena di sini cukup sulit didapat,” tambahnya.

Ayu menegaskan, persoalan utama yang dihadapi daerah sejauh ini adalah distribusi. Hal tersebut juga telah didiskusikan bersama pemerintah provinsi.

Kedepan, kemungkinan akan ada intervensi di sektor distribusi, termasuk peninjauan kembali pengaturan zona harga oleh pemerintah pusat.

“Daerah juga bisa melakukan kajian distribusi, sehingga bisa diketahui secara pasti apakah tingginya harga memang disebabkan oleh faktor distribusi,” katanya.

Selain memantau harga, kegiatan tersebut juga dirangkai dengan pengambilan sampel bahan pangan segar untuk memastikan keamanan pangan.

Sub Koordinator Administrasi OKKPD, Damenta menjelaskan bahwa pihaknya mengambil sampel bawang merah, bawang putih, sayuran, cabai, serta sejukmlah produk pangan segar lainnya untuk diuji kandungan pestisidanya.

“Kami juga mengambil sampel beras untuk diuji kandungan klorin atau bahan pemutihnya,” ungkap Damenta.

Apabila ditemukan zat kimia yang melebihi ambang batas, pihaknya akan menelusuir asal produk tersebut. Untuk komoditas lokal, penelusuran dapat langsung dilakukan hingga ke tingkat petani.

“Kalau ditemukan, kita telusuri dulu asalnya dari mana. Kita pastikan bertemu dengan petaninya, lalu diberikan teguran agar oenggunaan pestisida tidak berlebihan. Ada ambang batas yang harus dipatuhi,” jelasnya.

Sementara untuk beras premium yang sebagian besar berasal dari Jawa, pengawasan dilakukan melalui distributor. Jika ditemukan indikasi pelanggraaj, sampel akan kembali dikirim ke laboratorium untuk pengujian lebih lanjut. (yn/fm) 

Editor : Farid Mahliyannor
#ppm sampit #bahan pokok #sidak pasar #satgas pangan