SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) meski wilayah tersebut sempat diguyur hujan. Peristiwa ini terjadi di Jalan Sudirman Km 19–20, Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Minggu (8/2/2026).
Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim langsung diterjunkan ke lokasi setelah menerima laporan dari masyarakat.
Api berhasil dipadamkan dalam waktu sekitar 65 menit dengan luas lahan terbakar diperkirakan mencapai ±0,3 hektare di lahan gambut.
Kepala Pelaksana BPBD Kotim Multazam, mengatakan kebakaran diduga dipicu aktivitas pembakaran lahan oleh pemiliknya yang kemudian meluas akibat kondisi lahan gambut dan tiupan angin kencang.
“Karena kondisi lahan gambut dan angin yang cukup kuat, api pun sempat menyebar ke beberapa titik. Namun tim berhasil melakukan pemadaman dan pendinginan sehingga kebakaran tidak meluas,” ujar Multazam, Senin (9/2/2026).
Ia menjelaskan, kebakaran tersebut sempat menimbulkan asap tebal yang berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat serta kualitas udara di sekitar lokasi.
Minimnya sumber air di sekitar lokasi juga menjadi salah satu kendala dalam proses pemadaman.
“Personel mengerahkan satu unit truk tangki, kendaraan roda empat dan roda dua, serta mesin pompa dan selang. Kendala utama di lapangan adalah terbatasnya sumber air,” tambahnya.
Saat ini, kondisi di lokasi telah dinyatakan terkendali. Petugas tetap bersiaga untuk mengantisipasi kemungkinan kebakaran lanjutan, khususnya di wilayah rawan karhutla.
Multazam mengimbau masyarakat, terutama pemilik lahan dan petani, agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, terlebih saat memasuki musim kemarau. Ia juga meminta warga segera melaporkan jika menemukan titik api atau indikasi kebakaran lahan.
“Kami minta masyarakat lebih waspada dan tidak membakar lahan. Jika ada kejadian kebakaran, segera laporkan ke BPBD agar bisa ditangani lebih cepat sebelum meluas,” tegasnya. (oes)
Editor : Slamet Harmoko