Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Cegah Radikalisme, Polda Sambangi Pondok Pesantren

M. Rifani Dewantara • Jumat, 6 Februari 2026 | 10:57 WIB

 

 

Kompol Wahyu Edi Priyanto menyerahkan bantuan Al-Qur’an secara simbolis kepada santri Ponpes Al-Mustaghfirin, Kuala Pembuang, Kamis (5/2).
Kompol Wahyu Edi Priyanto menyerahkan bantuan Al-Qur’an secara simbolis kepada santri Ponpes Al-Mustaghfirin, Kuala Pembuang, Kamis (5/2).

 

KUALA PEMBUANG, radarsampit.jawapos.com – Upaya pencegahan penyebaran paham radikalisme di kalangan generasi muda terus diperkuat. Direktorat Bina Masyarakat (Ditbinmas) Polda Kalimantan Tengah bersama Satbinmas Polres Seruyan melakukan pembinaan dan penyuluhan di lingkungan pondok pesantren.

Kegiatan tersebut berlangsung di Pondok Pesantren Al-Mustaghfirin, Jalan Pemuda, Kuala Pembuang II, Kabupaten Seruyan, Kamis (5/2/2026). Selain penyuluhan, jajaran kepolisian juga menyerahkan bantuan Al-Qur’an kepada para santri dan santriwati.

Hadir dalam kegiatan itu Kabagbinopsnal Ditbinmas Polda Kalteng Kompol Wahyu Edi Priyanto serta Kasat Binmas Polres Seruyan AKP Eko Muji Hartono. Pembinaan dilakukan dengan pendekatan edukatif agar materi mudah dipahami oleh kalangan pelajar pesantren.

Kompol Wahyu Edi Priyanto menjelaskan bahwa radikalisme merupakan paham yang mendorong perubahan secara ekstrem dan instan, sering kali disertai cara-cara pemaksaan yang bertentangan dengan hukum serta nilai-nilai Pancasila.

Ia mengingatkan para santri agar lebih cermat dalam menyaring informasi, terutama yang berasal dari media digital.  

“Santri harus mampu menyaring setiap informasi dan tidak mudah terpengaruh ajakan yang dapat memecah belah persatuan,” ujarnya.

Sementara itu, AKP Eko Muji Hartono menegaskan bahwa ajaran agama menjunjung tinggi nilai kedamaian dan saling menghormati. Menurutnya, tidak ada pembenaran terhadap tindakan kekerasan yang mengatasnamakan agama.

Dalam kegiatan tersebut, para santri juga dibekali materi tentang pentingnya akhlak, adab pergaulan, serta sikap toleransi dalam kehidupan bermasyarakat.

Sebagai bentuk dukungan terhadap pembinaan keagamaan, bantuan Al-Qur’an diserahkan secara simbolis kepada pihak pesantren. Bantuan ini diharapkan dapat meningkatkan semangat belajar serta memperkuat kecintaan santri terhadap kitab suci.

Pengurus Yayasan Al-Mustaghfirin, Ustadz Chozainun Naim, menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan perhatian jajaran kepolisian. Ia berharap kegiatan pembinaan seperti ini dapat terus berlanjut.

“Kami mengucapkan terima kasih atas pembinaan dan bantuan yang diberikan. Semoga membawa manfaat dan menambah semangat santri dalam membaca serta mengamalkan Al-Qur’an,” katanya. (rdw/yit)

 

Editor : Heru Prayitno
#radikal #seruyan #pondok pesantren