SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Keresahan menyelimuti warga di bantaran Sungai Mentaya, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Meski laporan kemunculan buaya kerap terjadi, anak-anak masih sering terlihat mandi dan berenang di sungai yang kini dinilai tak lagi aman.
Kondisi itu membuat para orang tua waswas. Larangan dan teguran kerap kali diabaikan. Anak-anak tetap nekat turun ke sungai, terutama pada sore hari, saat aktivitas warga mulai berkurang.
“Sudah sering ditegur, tapi tetap saja mandi dan berenang di sungai,” keluh Nur Hayati, salah seorang warga bantaran Sungai Mentaya.
Kepala Resort BKSDA Sampit Muriansyah, mengatakan pihaknya turut berupaya membantu mengingatkan masyarakat, meski penanganan buaya bukan lagi menjadi kewenangan utama BKSDA.
“Walaupun ini bukan lagi tugas dan kewajiban kami, kami tetap berusaha membantu mengingatkan warga,” ujar Muriansyah, Senin (26/1/2026).
Upaya tersebut dilakukan melalui pemasangan spanduk peringatan dan komunikasi langsung dengan masyarakat saat pemasangan berlangsung. Sosialisasi difokuskan di sejumlah wilayah rawan, termasuk kawasan persiran Baamang.
“Kami pasang spanduk dan sekaligus berkomunikasi langsung dengan warga. Khusus di wilayah persiran Baamang, warga justru senang dipasangi spanduk peringatan,” katanya.
Menurut Muriansyah, keberadaan spanduk menjadi alat bantu bagi orang tua untuk mengingatkan anak-anak agar tidak mandi dan berenang di sungai. Pasalnya, larangan lisan sering kali tidak diindahkan.
“Banyak orang tua mengeluhkan anak-anak sulit ditegur. Spanduk ini setidaknya bisa menjadi penguat bagi warga untuk mengingatkan anak-anak,” jelasnya.
Ia menegaskan, Sungai Mentaya saat ini sudah tidak aman. Laporan kemunculan buaya terus berdatangan dari berbagai titik, baik di kawasan permukiman maupun jalur aktivitas warga.
Meski sejak tahun 2026 kewenangan penanganan buaya kini berada di bawah Dinas Perikanan dan Kelautan, BKSDA tetap mengambil peran dalam upaya pencegahan, khususnya melalui edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat.
“Yang terpenting adalah keselamatan warga. Karena itu kami tetap ikut mengingatkan dan menyosialisasikan bahaya buaya kepada masyarakat,” tegas Muriansyah.
Warga pun diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, membatasi aktivitas di sungai, serta mengawasi anak-anak agar tidak bermain di bantaran Sungai Mentaya, guna menghindari risiko serangan buaya yang bisa terjadi sewaktu-waktu. (oes)
Editor : Slamet Harmoko