Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Waspada! Kotim Masuk Zona Merah, Ada 6 Titik Panas Terdeteksi

Usay Nor Rahmad • Selasa, 20 Januari 2026 | 09:04 WIB
Peta kerawanan terjadinya kebakaran daratan Kalimantan berwarna merah menunjukkan status sangat mudah terbakar. (BMKG)
Peta kerawanan terjadinya kebakaran daratan Kalimantan berwarna merah menunjukkan status sangat mudah terbakar. (BMKG)

SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) saat ini masuk dalam zona merah potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat terdapat enam titik panas (hotspot) yang terdeteksi di wilayah tersebut dalam pemantauan 24 jam terakhir.

Data yang dirilis Stasiun Meteorologi H. Asan Kotim dan diakses pada Selasa (20/1/2026) pukul 07.00 WIB menunjukkan seluruh hotspot memiliki tingkat kepercayaan menengah (30–79 persen). Titik panas tersebut terpantau oleh satelit SNPP.

Sebaran hotspot berada di sejumlah kecamatan, di antaranya Antang Kalang, Cempaga, Patani, Bukit Santuai, Tumbang Batu, Kuluk Telawang, serta Sungai Puring.

Kecamatan Antang Kalang tercatat menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni tiga titik, disusul Cempaga dan Patani masing-masing dua titik.

Meski demikian, BMKG memprakirakan kondisi cuaca di Kotim dalam 24 jam ke depan cenderung berawan. Berdasarkan model prediksi cuaca numerik WRF Daily Forecast, tidak terdapat potensi hujan signifikan hingga Rabu pagi (21/1/2026).

“Prakiraan akumulasi curah hujan menunjukkan kondisi berawan atau tidak hujan di wilayah Kotawaringin Timur,” tulis BMKG dalam keterangannya.

Namun, kondisi tersebut justru meningkatkan kewaspadaan. Hasil analisis parameter cuaca menunjukkan sebagian besar wilayah Kalimantan Tengah berada pada kategori sangat mudah terbakar pada 20–21 Januari 2026. Peta potensi kebakaran didominasi warna merah, termasuk wilayah Kotim.

Selain itu, pemantauan citra satelit Himawari-8 Infra Red Enhanced hingga pukul 07.00 WIB menunjukkan tidak terdapat pertumbuhan awan signifikan di wilayah Kotim. Kondisi ini berpotensi memperbesar risiko karhutla, terutama di wilayah bergambut.

BMKG mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar serta meminta pemerintah daerah dan aparat terkait meningkatkan patroli dan langkah pencegahan dini guna menekan potensi kebakaran hutan dan lahan. (oes)

Editor : Slamet Harmoko
#rawan karhutla #rawan kebakaran