Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Perputaran Ekonomi Capai Rp8 Miliar, Sampit Expo 2026 Resmi Ditutup

Yuni Pratiwi Iskandar • Rabu, 14 Januari 2026 | 21:51 WIB
RAMAI: Suasana hari terakhir pelaksanaan Sampit Expo 2026 di Stadion 29 November, Rabu (14/1/2026). FOTO: YUNI/RADAR SAMPIT
RAMAI: Suasana hari terakhir pelaksanaan Sampit Expo 2026 di Stadion 29 November, Rabu (14/1/2026). FOTO: YUNI/RADAR SAMPIT

SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) ke-73 yang meliputi Sampit Expo 2026, Gelora Kriya Dekranasda Kotim dan Festival Budaya Habaring Hurung berlangsung lancar, aman, serta memberi dampak positif bagi perekonomian daerah.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskop UKM Perindag) Kotim Johny Tangkere, pada penutupan Sampit Expo 2026, Rabu (14/1/2026).

Ia menjelaskan, selama sepekan pelaksanaan kegiatan sejak 7 hingga 14 Januari 2026, partisipasi pelaku usaha, UMKM, serta mitra dagang menunjukkan peningkatan signifikan.

Sampit Expo tidak hnya menjadi ajang promosi produk unggulan daerah, tetapi juga wadah kolaborasi, inovasi, dan pertukaran ide antar pelaku ekonomi.

“Total perputaran ekonomi selama Sampit Expo 2026 diperkirakan mencapai Rp7 hingga Rp8 miliar,” ujar Johny.

Selain itu, jumlah pengunjung tercatat rata-rata sekitar 5.500 orang per hari, dengan total kunjungan mencapai kurang lebih 44.000 orang selama kegiatan berlangsung.

Dari sisi pendapatan daerah, pemerintah menmperoleh sekitar Rp65 juta yang bersumber dari sewa lahan, retribusi parkir, sewa tenda bazar, serta pengunaan daya listrik.

Dalam rangka menjaga stabilitas harga dan membantu masyarakat, Diskop UKM Perindag Kotim bersama Bulog serta Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan juga menggelar operasi pasar murah. Sekitar 1.000 paket sembako disalurkan kepada masyarakat, masing-masing berisi beras 5 kilogram, gula 1 kilogram, minyak goreng 1 liter, dan susu kental manis.

Sementara itu, Festival Budaya Habaring Hurung menghadirkan 17 atraksi seni, permainan, dan olahraga tradisional. Adapun Gelora Kriya Dekranasda Kotim 2026 yang digelar di Gedung Futsal Indoor turut dimeriahkan dengan berbagai lomba kerajinan, seperti lomba menjawet, ecoprint, dan mewarnai, yang diikuti peserta dari kecamatan dan sekolah se-Kotim.

“Saya berharap, semangat kolaborasi dan inovasi yang terbangun dalam peringatan Hari Jadi Kotim ke-73 ini dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan demi mendorong kesejahteraan masyarakat di tahun-tahun mendatang,” harapnya. (yn/fm) 

Editor : Farid Mahliyannor
#pameran #HUT Kotim 73 #sampit expo #penutupan