Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Produksi Beras Tahun 2025 di Kotawaringin Timur Tembus 49.778 Ton

Yuni Pratiwi Iskandar • Senin, 12 Januari 2026 | 21:34 WIB
DITEMUI: Plt Kepala DPKP Kotim Permata Fitri ditemui di stan Sampit Expo. FOTO: YUNI/RADAR SAMPIT
DITEMUI: Plt Kepala DPKP Kotim Permata Fitri ditemui di stan Sampit Expo. FOTO: YUNI/RADAR SAMPIT

SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Ketersediaan beras di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) sepanjang 2025 berada dalam kondisi aman.

Produksi beras daerah ini tercatat mencapai hampir 50 ribu ton, jumlah yang dinilai lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat setwmpat.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kotim Permata Fitri menyebutkan bahwa berdasarkan rekapitulasi data produksi tahun 2025, total beras yang dihasilkan petani Kotim mencapai 49.778 ton.  Sementara kebutuhan beras masyarakat hanya sekitar 37 ribu ton per tahun.

“Dengan capaian produksi tersebut, Kotim sudah mampu mencukupi kebutuhan pangannya secara mandiri,” kata Fitri. 

Ia menjelaskan, angka kebutuhan tersebut dihitung berdasarkan jumlah penduduk Kotim yang mencapai 452.867 jiwa, dengan asumsi konsumsi beras rata-rata 82,6 kilogram per kapita per tahun. Dari perhitungan itu, k ebutuhan beras masyarakat berada di kisaran 37.398 ton per tahun.

“Artinya masih ada surplus produksi. Ini menjadi modal penting bagi ketahanan pangan daerah,” ujarnya.

Fitri menambahkan, capaian produksi beras tersebut berasal dari total gabah kering panen yang dihasilkan petani Kotim sepanjang 2025 sebesar 84.239 ton. Gabah tersebut kemudian diolah menjadi beras siap konsumsi.

Menurutnya, kondisi ini sejalan dengan arah kebijakan pemerintah pusat yang tengah mendorong penguatan sektor pangan. Program swasembada pangan nasional yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, pada awal Januari 2026 lalu juga menjadi penguat semangat daerah untuk menjaga stabilitas produksi.

“Pencanangan swasembada pangan nasional pada Januari 7 lalu itu kami ikuti secara daring. Ini menjadi pengingat bahwa daerah memiliki peran penting dalam mnejaga pasokan pangan nasional,” jelasnya.

Selain mencukupi kebutuhan lokal, hasil panen petani Kotim juga turut diserap oleh Perum Bulog. Gabah kering panen yang dibeli Bulog kemudian menjadi bagian dari cadangan pangan pemerintah.

“Bulog berperan dalam penyerapan dan distribusi. Sementara kami di daerah fokus pada penguatan sektor hulu, mulai dari produksi hingga pendampingan petani,” pungkas Fitri. (yn/fm) 

Editor : Farid Mahliyannor
#pertanian #padi #stok pangan #beras