SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com - Sebanyak 59 murid SD Eka Tjipta Sulin dan didampingi 13 guru belajar jurnalistik ke Kantor Radar Sampit, Sabtu pagi (10/1). Kegiatan ini bagian dari study tour pihak sekolah dan mengenalkan langsung murid ke lokasi pembuatan koran Radar Sampit. Puluhan siswa diajak langsung melihat ke dapur redaksi dan gedung percetakan koran.
Kepala SD Eka Tjipta Sulin Wahyu Wibowo menyampaikan agenda ini merupakan kegiatan rutin tahunan pihak sekolah. Dalam agenda study tour dipilih ke tempat yang bisa memberikan edukasi kepada siswa. Salah satunya kantor Radar Sampit, dengan harapan bisa memberikan pemahaman kepada siswa terkait proses pengolahan informasi.
“Bagi anak-anak sekarang informasi yang didapatkan lebin banyak lewat media handphone. Padahal masih ada media konvesional, salah satunya koran. Nah, saya berharap dengan melakukan kunjungan ini bisa menambah wawasan bagi anak didik termasuk juga kami, para guru,” jelas Wahyu.
Wahyu menambahkan kunjungan ke Radar Sampit sudah berjalan lama, bahkan selalu menjadi rujukan pihak sekolah selain lokasi lainnya. Wahyu berharapa kunjungan dan kerjasama ini bisa berlanjut dan bisa memberikan manfaat kepada generasi muda khususnya anak didik.
“Ini sudah menjadi tahun kesekian. Mudah-mudahan bisa terus berjalan sehingga ada banyak manfaat yang bisa kami dapatkan,” kata Wibowo.
Para siswa dan dewan guru tampak serius mendengarkan penjelasan dari pihak Radar Sampit yang diwakili Dewan Redaksi, Tono Triyanto. Tono mengaku bangga dengan sekolah-sekolah yang aktif melaksanakan kunjungan jurnalistik ke Radar Sampit. Menurutnya ilmu yang didapat bisa membantu mencegah anak-anak menjadi penyebar berita hoax. Apalagi dengan derasnya arus informasi yang mudah didapatkan, perlu pembelajaran sejak dini bagaimana caranya menyaring informasi menjadi berita yang benar dan bertanggung jawab.
“Peran semua pihak sangat dibutuhkan tidak hanya media, tapi juga guru di sekolah dan orang tua. Jangan sampai anak-anak salah mendapatkan informasi. Saya pikir dengan melaksanakan kunjungan seperti ini sangat tepat memberikan pemahaman kepada anak didik bagaimana caranya membedakan mana berita yang benar dan bertanggungjawab serta mana yang hoax,” jelas Tono. (ton)
Editor : Farid Mahliyannor