SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut Provinsi Kalimantan Tengah memasuki fase hujan intens pada awal Januari 2026.
Seluruh wilayah Kalteng dilaporkan telah mengalami musim hujan, dengan potensi hujan sedang hingga lebat yang diperkirakan terjadi secara merata.
Dalam peringatan dini cuaca dan iklim Dasarian I Januari 2026 yang dirilis BMKG, kondisi ini dipengaruhi oleh dinamika atmosfer dan laut yang masih didominasi fenomena La Nina lemah. BMKG memprakirakan kondisi tersebut akan bertahan hingga awal tahun 2026.
BMKG mencatat, pada periode 1–6 Januari 2026, hujan dengan intensitas sedang berpotensi terjadi di hampir seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Tengah.
Wilayah tersebut meliputi Murung Raya, Gunung Mas, Barito Utara, Barito Timur, Barito Selatan, Kapuas, Pulang Pisau, Palangka Raya, Katingan, Kotawaringin Timur, Seruyan, Kotawaringin Barat, Sukamara, hingga Lamandau.
Sementara itu, pada 7–8 Januari 2026, intensitas hujan diperkirakan meningkat menjadi sedang hingga lebat di wilayah yang sama. Kondisi ini berpotensi memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, genangan air, dan tanah longsor, terutama di daerah rawan dan dataran rendah.
BMKG juga mengeluarkan Peringatan Dini Curah Hujan Tinggi (PDCHT) untuk periode 1–10 Januari 2026 dengan kategori waspada hingga awas di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah. Namun, pada periode ini tidak terdeteksi adanya potensi kekeringan meteorologis.
BMKG mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan serta melakukan langkah mitigasi dini guna meminimalkan dampak cuaca ekstrem.
Masyarakat juga diminta rutin memantau informasi prakiraan cuaca terbaru melalui kanal resmi BMKG atau stasiun meteorologi terdekat. (oes)
Editor : Slamet Harmoko