SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com - Pengurus Gereja-gereja Pentakosta Indonesia (PGPI) Kotawaringin Timur (Kotim) Admadi Sastra memaknai perayaan Natal 2025 sebagai momentum refleksi diri di lingkungan keluarga.
" Natal tahun ini mengandung makna bahwa keluarga adalah pondasi hidup yang harus kita jaga kerukunan dan keharmonisan," kata Admadi Sastra, Mantan Camat Tualan Hulu yang telah pensiun pada Oktober 2025 lalu.
Sejalan dengan tema besar Natal 2025, yakni Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga. Pesan ini menempatkan keluarga sebagai pondasi keselamatan.
"Natal bukan hanya perayaan bagi umat Kristiani, tetapi juga mengandung makna Ilahi yang memberkati jemaat yang dimulai dari membangun rumah tangga kuat yang penuh kedamaian dan berdampak baik bagi masyarakat di sekitarnya," ujarnya.
Admadi mengajak umat Kristiani mengintropeksi diri dalam setiap tindakan dan perbuatan yang dilakukan selama hidup.
"Terkadang kita berbuat kebaikan didasari atas maksud lain. Karena itu, kebaikan tidak boleh dijadikan topeng, tetapi kebaikan yang benar-benar tulus dan rendah hati dipancarkan kepada semua orang," ujarnya.
Ia juga menyoroti berbagai ancaman yang dapat merusak keharmonisan rumah tangga, seperti ancaman narkoba dan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), konflik internal yang menjauhkan keluarga dari kasih Tuhan.
"Masalah dalam rumah tangga ini menjadi akar dosa. Jika di dalam keluarga masih ada ego, maka sulit bagi kita menciptakan kenyamanan dalam berumah tangga. Natal tahun ini menjadi momen refleksi diri, memulihkan kehidupan keluarga agar penuh kasih, sukacita dan damai sejahtera,” pungkasnya. (hgn/fm)
Editor : Farid Mahliyannor