Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Penumpang Kapal di Pelabuhan Sampit Diprediksi Naik 7 Persen Selama Nataru

Yuni Pratiwi Iskandar • Kamis, 18 Desember 2025 | 21:57 WIB
NATARU: Pembukaan Posko Terpadu Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Kamis (18/12/2025). FOTO: YUNI/RADAR SAMPIT
NATARU: Pembukaan Posko Terpadu Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Kamis (18/12/2025). FOTO: YUNI/RADAR SAMPIT

SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Arus penumpang kapal laut di Pelabuhan Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah (Kalteng), pada perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) diperkirakan mengalami kenaikan sebesar 7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Kenaikan ini diantisipasi melalui berbagai persiapan dan koordinasi lintas instansi.

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Sampit, Hotman Siagian mengatakan, pihaknya telah melakukan sejumlah langkah antisipatif sejak dini. Salah satunya dengan menggelar rapat koordinasi bersama para pemangku kepentingan terkait.

“Untuk mengantisipasi kenaikan penumpang, kami sudah empat kali melaksanakan rapat koordinasi bersama stakeholder terkait,” kata Hotman di Sampit, Kamis (18/12/2025).

Berdasarkan data KSOP, pada musim Nataru 2024 lalu tercatat sebanyak 2.384 penumpang naik dan 2.725 penumpang turun, atau total 5.109 orang. Sementara untuk Nataru 2025/2026, jumlah penumpang naik diprediksi mencapai 2.567 orang dan penumpang turun sebanyak 2.934 orang, dengan total sekitar 5.501 penumpang.

Selama periode Nataru tahun ini, penumpang akan dilayani melalui 11 kali keberangkatan kapal. Delapan keberangkatan dilayani kapal milik PT Dharma Lautan Utama (DLU), sedangkan tiga keberangkatan lainnya oleh PT Pelni. Jadwal keberangkatan berlangsung mulai 18 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026 dengan tujuan Semarang dan Surabaya.

Hotman menegaskan, meskipun terjadi peningkatan penumpang, hingga saat ini belum ada kebijakan dispensasi penambahan kapasitas. Karena itu, KSOP tetap berpedoman pada kapasitas resmi masing-masing kapal demi keselamatan pelayaran.

“Kami tetap tegas mengikuti kapasitas yang ada. Keselamatan penumpang tetap menjadi prioritas,” ujarnya.

foto bersama usai pembukaan Posko Terpadu Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026
foto bersama usai pembukaan Posko Terpadu Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026

Selain itu, pemeriksaan kelaikan kapal (ramp check) juga telah dilakukan terhadap kapal-kapal yang beroperasi. Hasilnya, seluruh kapal dinyatakan laik laut dan siap melayani penumpang selama masa libur Nataru.

Untuk mendukung kelancaran angkutan Nataru, Posko Terpadu Pelabuhan Sampit telah dioperasikan hingga 5 Januari 2026. Posko ini melibatkan KSOP, Pelindo, kepolisian, operator kapal, tenaga kesehatan, serta instansi terkait lainnya.

Baca Juga: Hadang Pemasok Narkoba Lintas Provinsi Kalbar-Kalteng, Polisi Amankan Dua Ons Lebih Sabu dan Belasan Pil Ekstasi

“Kami optimistis dengan kolaborasi semua pihak, penyelenggaraan angkutan Nataru dapat berjalan lancar, aman, dan humanis,” kata Hotman.

Sementara itu, KSOP Kelas III Sampit juga mengikuti peresmian Posko Pusat Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 yang digelar Kementerian Perhubungan (Kemenhub) secara daring. Posko tersebut diresmikan langsung oleh Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi di Kantor Pusat Kemenhub, Jakarta, Kamis (18/12/2025).

Menhub Dudy Purwagandhi mengatakan Posko Pusat Angkutan Nataru dibuka selama 19 hari, mulai 18 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026, sebagai pusat koordinasi lintas sektor dalam pengendalian transportasi nasional.

“Posko ini menjadi pusat koordinasi untuk memastikan kebijakan dan operasional transportasi di lapangan berjalan terpadu dan tepat waktu,” ujarnya.

Menurut Dudy, penyelenggaraan angkutan Nataru 2025/2026 juga menjadi bagian dari kesiapan menghadapi angkutan Lebaran 2026 yang memiliki tingkat pergerakan masyarakat jauh lebih padat. Ia menekankan empat hal utama, yakni keselamatan dan keamanan, penguatan sinergi lintas sektor, pengawasan detail operasional, serta antisipasi kondisi cuaca ekstrem dan bencana alam.

Berdasarkan survei Kemenhub, potensi pergerakan masyarakat selama libur Nataru 2025/2026 diperkirakan mencapai 42,01 persen atau sekitar 119,5 juta orang, meningkat dibandingkan tahun lalu sebesar 39,30 persen. Peningkatan ini dipengaruhi oleh libur panjang, minat wisata, tradisi mudik Natal, serta faktor ekonomi. (yn/fm)

Editor : Farid Mahliyannor
#angkutan laut #nataru #kapal laut #Pelabuhan Sampit