Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Rekonstruksi Jalan di Kotawaringin Timur Tetap Prioritaskan Mutu

Yuni Pratiwi Iskandar • Senin, 15 Desember 2025 | 21:41 WIB
Rekonstruksi jalan yang sudah selesai dikerjakan di Jalan Pramuka, Sabtu (13/12).
Rekonstruksi jalan yang sudah selesai dikerjakan di Jalan Pramuka, Sabtu (13/12).

SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Pemkab Kotim) terus menggenjot pembangunan infrastruktur jalan melalui anggaran perubahan Tahun 2025.

Di tengah keterbatasan waktu pelaksanaan hingga akhir Desember 2025 serta tantangan cuaca yang tidak menentu, pemerintah daerah menmegaskan komitmennya untuk menyelesaikan seluruh pekerjaan rekonstruksi jalan dengan tetap memprioritaskan kualitas. 

Melalui Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, Bina Konstruksi, dan Penataan Ruang serta Kawasan Permukiman (SDABMBKPRKP), Pemkab Kotim menangani tujuh paket prioritas rekonstruksi jalan dengan total anggaran mencapai Rp23,4 miliar.

Pekerjaan ini diarahkan untuk meningkatkan konektivitas dan memperkuat akses transportasi masyarakat, baik di wilayah perkotaan maupun kecamatan.

Kepala SDABMBKPRKP Kotim Mentana Dhinar Tistama mengatakan, secara umum seluruh paket pekerjaan telah berjalan sseuai perencanaan. Meski waktu pelaksanaan relatif singkat, pihaknya optimistis seluruh kegiatan dapat diselesaikan sesuai jadwal.

“Untuk rekonstruksi jalan pada perubahan anggaran 2025, Alhamdulillah berjalan sesuai harapan. Memang kita dikejra waktu karena Desember harus selesai, tetapi kami tetap optimis pekerjaan dapamt dituntaskan,” ujarnya, Senin (15/12/2025).

Mentana menjelaskan, dari tujuh paket prioritas tersebut terdapat delapan kegiatan utama yang kini tengah dikerjakan. Progres pekerjaan bervariasi, namun sebagian besar telah mencapai 70 hingga 80 persen, bahkan ada yang melampaui angka tersebut.

Beberapa ruas jalan yang progresnya cukup signifikan antara lain Jalan Pramuka, Jalan Nyai Enat, Jalan Wengga, serta Jalan Samuda di Kecamatan Kota Besi.

Selain itu, pekerjaan peningkatan jalan juga dilakukan di sejumlah titik lainnya guna mendukung mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi.

“Untuk Jalan Samuda di Kecamatan Kota Besi progresnya sudah di atas 70 persen, ada juga yang sudah menyentuh 80 persen,” jelasnya.

Di sisi lain, Mentana mengakui masih terdapat beberapa kegiatan yang progresnya blum maksimal. Kondisi tersebut disebabkan oleh faktor cuaca dan sisa waktu pelaksanaan yang terbatas.

Namun demikian, seluruh pelaksana di lapangan terus didorong untuk mempercepat pekerjaan dengan tetap mengacu pada spesifikasi teknis.

“Ada kegiatan yang masih kurang progresnya, ini yang terus kita pacu. Walaupun dikejar waktu dan cuaca, aspek teknis dan kualitas tetap menjadi prhatian utama,” tegasnya.

Pelaksanaan rekonstruksi jalan pada perubahan anggaran 2025 tidak hanya difokuskan di kawasan dalam kota, tetapi juga menyasar wilayah kecamatan. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya pemerataan pembangunan infrastruktur agar manfatnya dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

Adapun ruas jalan yang ditangani meliputi Jalan Pramuka sepanjang sekitar 2,1 kilometer, Jalan Nyai Enat sepanjang 656 meter, Jalan Wengga sepanjang 353 meter, Jalan Samuda di Kecamatan Kota Besi sepanjang 256 metre, serta Jalan Desa Parenggean sepanjang 985 meter.

Selain itu, terdapat peningkatan Jalan Anggur 3 sepanjang 482 metr, jalan menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sepanjang 515 meter dengan konstruksi mix aggregate dan aspal, serta Jalan Bengkirai sepanjang 1,610 kilometer menggunakan agregat B.

Mentana menegaskan, meskipun target penyelesaian cukup ketat, kualitas hasil pekerjaan tetap menjadi prioritas agar jalan yang dibangun memiliki daya tahan dan memberikan manfaat jangka panjang.

“Kami berkomitmen untuk tidak mengabaikan standar yang sudah ditetapkan. Harapannya, seluruh pekerjaan ini bisa selesai tepat waktu dan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat Kotim,” pungkasnya. (yn/fm) 

Editor : Farid Mahliyannor
#pembangunan #rekonstruksi #peningkatan jalan #infrastruktur