SERUYAN, radarsampit.jawapos.com – Penghargaan sekolah di bidang lingkungan hidup akhirnya berhasil digenggam oleh SDS Wijaya Kusuma 2.
Pada tahun 2025, sekolah yang terletak di Kabupaten Seruyan, Provinsi Kalimantan Tengah tersebut secara resmi ditetapkan sebagai Sekolah Adiwiyata Mandiri.
Penghargaan tertinggi dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta Kemendikbudristek ini diserahkan di Jakarta, Kamis (11/12).
Ini menjadi bukti nyata dedikasi sekolah dalam menerapkan budaya pelestarian lingkungan. Penghargaan ini sekaligus menempatkan SDS Wijaya Kusuma 2 sebagai salah satu wakil Kabupaten Seruyan di kancah nasional.
Oase Hijau di Tengah Perkebunan Sawit
Berlokasi di area perkebunan kelapa sawit PT. Sumur Pandanwangi Hanau, SDS Wijaya Kusuma 2 hadir layaknya oase hijau yang menyejukkan.
Di bawah kepemimpinan Kepala Sekolah Eko Prasetyo Wibowo, S.Pd., sekolah ini mengusung branding CERAH (Cerdas, Ramah, Asri, Hijau).
Meskipun berada di tengah hiruk-pikuk aktivitas industri perkebunan, sebanyak 22 orang pendidik dan tenaga kependidikan serta 321 peserta didik di sekolah ini mampu menciptakan ekosistem belajar yang tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga harmoni dengan alam.
Rekam jejak prestasi lingkungan sekolah ini bukanlah pencapaian instan.
SDS Wijaya Kusuma 2 telah menapaki tangga prestasi yang terukur dan konsisten. Perjalanan dimulai pada tahun 2018 ketika sekolah ini meraih predikat Sekolah Adiwiyata tingkat Kabupaten Seruyan, yang langsung disusul dengan penetapan sebagai Sekolah Adiwiyata tingkat Provinsi Kalimantan Tengah pada tahun yang sama.
”Konsistensi tersebut berlanjut hingga mereka sukses menyabet penghargaan Sekolah Adiwiyata Nasional pada tahun 2023, hingga akhirnya mencapai puncak tertinggi sebagai Sekolah Adiwiyata Mandiri di tahun 2025,” kata Eko Prasetyo Wibowo usai menerima penghargaan di Jakarta, Kamis (11/12).
Salah satu syarat mutlak dan tantangan yang harus dicapai untuk menuju Sekolah Adiwiyata Mandiri adalah kewajiban membina sekolah lain.
SDS Wijaya Kusuma 2 sukses membuktikan kapasitasnya sebagai pembina dengan membimbing sekolah-sekolah binaan untuk turut menggalakkan program Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (GPBLHS).
Tiga sekolah mitra binaan mereka, yakni SD Tunas Agro I, SD Bhakti Perdana, dan SMP Bhakti Perdana, kini telah berhasil mengikuti jejak SDS Wijaya kusuma 2 dengan memperoleh predikat sebagai Sekolah Adiwiyata Kabupaten Seruyan.
Perjalanan panjang selama lebih dari tujuh tahun ini tentu tidak mudah. SDS Wijaya Kusuma 2 secara konsisten menjalankan seluruh aspek GPBLHS yang meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga pemantauan dan evaluasi.
Fokus gerakan ini mencakup aspek vital seperti kebersihan lingkungan, fungsi sanitasi dan drainase yang baik, pengelolaan sampah terpadu, konservasi air, konservasi energi, penanaman serta pemeliharaan pohon, hingga kegiatan inovasi. Semua elemen ini dijalankan dengan disiplin tinggi sebagai bagian dari rutinitas harian sekolah.
Untuk memperkuat fondasi program lingkungannya, SDS Wijaya Kusuma 2 tidak berjalan sendirian. Sekolah ini menjalin kemitraan strategis melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan berbagai pihak terkait.
Dukungan penuh datang dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Seruyan serta kolaborasi internal dengan Bidang Lingkungan dan Klinik PT. Sumur Pandanwangi Hanau.
Sinergi lintas sektoral ini menjadi kunci sukses dalam menunjang berbagai kegiatan operasional dan inovasi lingkungan di sekolah. Komitmen warga sekolah terlihat jelas dari wajah fisik lingkungan sekolah yang asri.
Pemanfaatan potensi sekolah dimaksimalkan melalui berbagai program unggulan yang kreatif. Di sekolah ini, air hujan tidak dibiarkan terbuang percuma melainkan dimanfaatkan untuk kolam ikan.
Budaya membawa bekal sehat, kegiatan "Sabtu Sehat dan Sabtu Bersih", serta keberadaan kantin sehat menjadi standar gaya hidup siswa.
Fasilitas hijau pun tersedia lengkap, mulai dari hutan mini sekolah, kebun buah naga, kebun hidroponik, pemeliharaan kebun sayur, komposter, hingga area pembibitan yang dikelola secara mandiri.
Di luar aktivitas fisik, SDS Wijaya Kusuma 2 juga melahirkan inovasi produk berbasis kearifan lokal.
Memanfaatkan tanaman bawang dayak yang tumbuh subur di kebun tanaman obat keluarga (TOGA) sekolah, Kelompok Kerja (Pokja) Inovasi berhasil menciptakan produk "bedak dingin bawang dayak".
Produk ini tidak hanya bernilai ekonomis tetapi juga kaya manfaat kesehatan. Kandungan antioksidan seperti flavonoid dan fenolik di dalamnya dipercaya ampuh menangkal radikal bebas, mencegah penuaan dini, mengobati jerawat karena sifat antibakterinya, serta mengatasi masalah kulit lainnya melalui efek anti-inflamasi.
Proses pembuatan produk inovasi ini diawali dengan para siswa dan guru bersama-sama memanen umbi bawang dayak (Eleutherine bulbosa) yang tumbuh subur di kebun TOGA SDS Wijaya Kusuma 2.
Umbi-umbi berwarna merah menyala itu dicabut perlahan dari tanah, dibersihkan dengan telaten di bawah aliran air mengalir, lalu dibuang daunnya dan diiris tipis menggunakan pisau untuk dikeringkan kemudian dihaluskan menjadi serbuk ekstrak yang kaya antioksidan.
Serbuk yang sudah kering kemudian diayak menggunakan saringan khusus untuk mendapatkan serbuk yang halus dan bebas dari kotoran.
Proses berlanjut di area pembuatan, di mana ekstrak bawang Dayak tersebut dicampurkan secara telaten ke dalam adonan tepung beras yang telah direndam semalaman.
Tangan-tangan terampil siswa kemudian memilin adonan menjadi butiran-butiran kecil menyerupai pastiles, sebelum akhirnya dijemur di bawah terik matahari hingga mengeras sempurna.
Setelah kering, bedak dingin kemudian di kemas ke dalam wadah khusus agar dapat langsung di simpan atau di jual.
Kepala Sekolah Eko Prasetyo Wibowo mengatakan, keberhasilan meraih predikat Adiwiyata Mandiri 2025 ini menjadi validasi atas kerja keras seluruh warga sekolah.
Dia menekankan bahwa penghargaan ini adalah buah dari gotong royong dan visi yang sama antara guru, siswa, dan pihak manajemen perusahaan.
”Lingkungan sekolah yang asri ditambah pemanfaatan potensi yang tepat sasaran telah mengubah sekolah di tengah perkebunan ini menjadi pusat pembelajaran lingkungan hidup yang inspiratif,” ujarnya.
Menatap masa depan, SDS Wijaya Kusuma 2 tidak berpuas diri. Predikat Adiwiyata Mandiri justru menjadi pemacu semangat baru. Sekolah berkomitmen untuk terus menjadi pelopor GPBLHS di lingkup Yayasan Wahyu Wijayakusuma.
Dengan semangat "CERAH", mereka bertekad untuk terus menularkan virus perilaku ramah lingkungan hidup, tidak hanya bagi warga sekolah, tetapi juga bagi masyarakat luas di Kabupaten Seruyan dan Kalimantan Tengah. (yit)
Editor : Slamet Harmoko