SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Upaya Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menata ketertiban lalu lintas di kawasan dalam kota mulai menunjukkan hasil.
Setelah Jalan Lingkar Selatan rampung ditingkatkan, Dinas Perhubungan memperkuat pengawasan guna memastikan truk-truk besar benar-benar beralih ke jalur lingkar dan tidak lagi melintas di tengah kota.
Kepala Dinas Perhubungan Kotim Raihansyah menyampaikan bahwa penrunan jumlah truk besar yang masuk kawasan kota sudah terlihat dalam dua bulan terakhir.
Setiap malam, petugas Dishub melakukan pemantauan itensif untuk memastikan kendaraan angkutan berat diarahkan ke Lingkar Utara dan Lingkar Selatan.
“Alhamdulillah, saat ini sudah berkurang truk besar yang masuk kpota. Semua sudah kita arahkan ke jalur lingkar,” ujarnya.
Namun diakuinya, masih ada pengemudi yang mencoba memanfaatkan waktu ketika penjagaan longgar, terutama setelah pukul 02.00 dini hari. Mereka memilih melintas diam-diam melewati pusat kota saat petugas tidak berjaga.
Raihansyah mengimbau pemilik usaha dan sopir truk mematuhi aturan yng berlaku. Selain lebih aman dan tidak mengganggu aktivitas warga, jalur lingkar dinilai lebih representatif dari segi kondisi jalan maupun lokasi parkir.
Untuk memperkuat pengendalian arus truk, Dishub merencanakan pembangunan pos pengawasan di Bundaran Balanga, Jalan Sudirman Km 3. Pos tersebut akan menjadi titik pengarah agar truk bermuatan besar langsung menuju Lingkar Selatan atau Lingkar Utara tanpa masuk ke kota.
“Secara bertahap akan kita lakukan sosialisasi, termasuk rencana pendirian pos di Bundaran Balanga untuk mengarahkan truk,” katanya.
Ia menambahkan, sebagian sopir yang terlanjur memasuki kawasan kota mengaku belum mengetahui aturan baru tersebut. Karena itu, Dishub melakukan sosialisasi setiap malam disertai pengawasan pagi hari.
Meski demikian, terdapat beberapa pengcualian. Truk bermuatan pasir untuk kebutuhan pembangunan di pusat kota masih diizinkan masuk karena tujuan bongkar berada di area yang tidak terjangkau jalur lingkar. Sementara itu, truk angkutan CPO disebut sudah beralih sepenuhnya ke Lingkar Selatan.
“Upaya penataan ini diharapkan mampu mengurangi beban lalu lintas di kota Sampit serta meningkatkan keamanan dan kenyamanan masyarakat, khususnya pada jam-jam sibuk,” tukasnya. (yn/fm)
Editor : Farid Mahliyannor