PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com – Satuan Lalu Lintas Polres Kotawaringin Barat dibantu personel Polsek Pangkalan Lada dan Polsek Pangkalan Banteng bekerja keras mengurai kemacetan parah di Kilometer 50 Jalan Ahmad Yani, Desa Pangkalan Tiga, Kecamatan Pangkalan Lada, Kabupaten Kotawaringin Barat, Selasa (25/11).
Upaya tersebut membuahkan hasil. Menjelang dini hari, kemacetan berhasil diatasi. Namun tak lama setelah arus lalu lintas kembali normal, sebuah truk bermuatan kelapa sawit terguling di titik kerusakan jalan.
Beruntung, truk terguling di bahu kiri jalan sehingga tidak menyebabkan kemacetan baru. Meski demikian, kondisi jalan yang rusak parah membuat pengendara truk maupun kendaraan kecil harus ekstra hati-hati.
Proses evakuasi truk sempat mengalami kendala. Beberapa kali upaya menarik menggunakan Fuso gagal karena tali penarik putus. Akhirnya, alat berat dikerahkan untuk mengembalikan posisi truk.
Menanggapi kondisi tersebut, Bupati Kotawaringin Barat, Hj. Nurhidayah, memerintahkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk segera melakukan penanganan darurat serta berkoordinasi dengan Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN).
Kepala Dinas PUPR Kobar, Muhammad Hasyim Mualim, mengatakan bahwa meski status jalan tersebut merupakan jalan nasional, pihaknya tetap turun tangan untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas. Langkah ini merupakan tindak lanjut instruksi Bupati.
“Ibu Bupati memerintahkan kami segera melakukan penanganan karena kerusakan di beberapa titik menyebabkan kemacetan. Begitu mendapat instruksi, kami langsung bergerak meski ini jalan nasional. Pemerintah daerah tidak tinggal diam. Bahkan Ibu Bupati meminta kami segera berkoordinasi dengan BPJN Kalimantan Tengah agar perbaikan permanen dilakukan,” ujar Hasyim.
Dalam penanganan awal, Hasyim menyebut terdapat tiga titik kerusakan yang telah diperbaiki. Proses perbaikan dilakukan bekerja sama dengan PT Sinarmas yang menyediakan material, sementara Dinas PUPR menurunkan alat berat berupa ekskavator dan vibro untuk mempercepat penanganan sehingga arus lalu lintas kembali lancar.
“Penanganan dilakukan bertahap. Saat ini masih perbaikan awal menggunakan material bantuan sambil menunggu suplai agregat dari Pangkalan Bun. Nantinya material laterit akan diganti agregat agar kekuatan dan fungsi jalan lebih optimal,” jelasnya.
Hasyim menambahkan, perbaikan ini merupakan bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap kelancaran aktivitas masyarakat, terutama distribusi logistik dan roda perekonomian.
“Pemerintah daerah berkomitmen memberikan pelayanan terbaik, termasuk pada sektor infrastruktur. Meski ada tantangan seperti keterbatasan anggaran dan kondisi geografis, itu tidak menghentikan kami bekerja untuk masyarakat,” tegasnya. (tyo/yit)
Editor : Heru Prayitno