SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – PLN Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan (UP2K) Kalimantan Tengah (Kalteng) memastikan empat desa di Kecamatan Mentaya Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) masuk program listrik pedesaan, dengan dua desa menjadi prioritas pada tahap pertama tahun 2026.
Manager PLN UP2K Kalteng, Sugianto mengatakan, Desa Kapuk dan Pantap dipilih lebih dulu karena dokumen teknisnya telah siap, sementara dua desa lainnya menunggu penyusunan lanjutan.
“Saat ini untuk empat desa yang direncanakan masuk listrik, akan kita usulkan di tahun 2026. Pada tahap pertama dua desa dulu, dan tahap kedua menyusul dua desa lainnya. Kita perlu mempersiapkan gambar dan RAB baik dalam perencanaan kerja maupun anggaran agar ketika diusulkan semua dokumen sudah matang,” jelas Sugianto, Senin (24/11/2025).
Ia mengatakan dari hasil pembahasan teknis, Desa Kapuk dan Pantap menjadi yang paling memungkinkan masuk tahap awal karena gambar perencanaan sudah tersedia.
Sedangkan Desa Baampah dan Kawan Batu akan diusulkan pada tahap kedua, dengan kemungkinan jaringan listrik diambil dari PT. Kawan Mas.
“Biasanya data harus presisi dulu baru bisa diusulkan. Setelah anggaran untuk dua desa tahap pertama turun, kita juga mulai menyusun perencanaan untuk dua desa lainnya. Untuk anggaran kita sudah siap, tinggal susun gambar dan RAB-nya,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Komisi I DPRD Kotim, M Abadi menyampaikan harapan agar empat desa tersebut dapat dialiri listrik secara bersamaan. Menurutnya, masyarakat sudah menunggu cukup lama dan infrastruktur pendukung juga sudah siap.
“Harapan kami empat desa itu dilakukan serempak untuk penyaluran listrik karena program ini sudah lama ditunggu masyarakat,” kata Abadi.
Abadi juga menambahkan bahwa jika dua desa yang masuk tahap kedua tidak bisa dilaksanakan akibat perencanaannya belum selesai, mereka mendorong agar alokasi program tersebut tetap berada di wilayah Kotim.
“Jika pun nanti aliran listrik di tahap dua belum bisa berjalan karena perencanaannya belum rampung, kami harapkan kalau dialihkan pun tetap di desa-desa dalam Kotim agar programnya tidak lepas,” tegasnya.
Dengan rencana ini, masyarakat Mentaya Hulu kini memiliki harapan kuat untuk mendapatkan akses listrik yang lebih merata, meski pelaksanaannya dilakukan bertahap sesuai kesiapan dokumen dan perencanaan teknis yang diperlukan. (ang/fm)
Editor : Farid Mahliyannor