SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Pemkab Kotim) menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan para guru, terutama yang bertugas di wilayah pedalaman.
Bupati Kotim Halikinnor menyampaikan bahwa berbagai kebijakan telah dilakukan pemerintah daerah untuk memastikan tenaga pendidik tetap termotivasi dan terlindunngi dalam menjalankan tugasnya.
Menurut Halikinnor, salah satu bentuk dukungan nyata Pemkab Kotim adalah pemberian Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) yang masih berada di atas ketentuan nasional. Dimana pemerintah pusat menetapkan batas belanja pegawai maksimal 30 persen dari total belanja daerah.
“Sampai sekarang TPP kita masih di atas ketentuan nasional, lebih dari 30 persen, sehingga perlu dilakukan penyesuaian secara bertahap. Ini bukti bahwa pemerintah daerah benar-benar memperhatikan kesejahteraan guru,” ujarnya.
Ia menambahkan, di beberapa daerah lain, kebijakan TPP bahkan sudah dihapus, namun Pemkab Kotim memilih tetap mempertahankannya. Khusus guru di daerah terpencil, pemerintah juga mengajukan tunjangan khusus.
Tidak hanya itu, Pemkab Kotim juga telah menghapus kebijakan pembayaran retribusi bagi guru yang tinggal di rumah dinas. Keputusan ini diambil untuk meringankan beban mereka.
“Saya sudah menghapus kewajiban membayar retribusi rumah dinas bagi guru. Jangan sampai mereka terbebani, apalagi yang bertugas jauh dari pusat kota,” tegasnya.
Sementara itu, pada Peringatan HUT PGRI ke-80 dan Hari Guru Nasional 2025 yang digelar di Stadion 29 November Sampit baru-baru tadi, Halikinnor menekankan bahwa arah pembangunan Indonesia saat ini menyongsong visi Indonesia Emas 2045, di mana kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi faktor utama. Peran guru dinilai sangat vital dalam persiapan menuju era tersebut.
“Kita tidak lagi mengandalkan sumber daya alam, melainkan sumber daya manusia. Guru sangat penting dalam proses ini. Keberhasilan pendidikan sangat bergantung pada kompetensi tenaga pendidik,” kata Halikinnor.
Untuk itu, pemerintah daerah terus mendorong peningkatan profesionalisme guru melalui pelatihan dan pengembangan kompetensi, termasuk pemanfaatan teknologi informasi.
Ia berharap para guru tidak hanya berfokus pada proses mengajar, tetapi juga mendidik karakter ter peserta didik agar mampu menjadi generasi yang cerdas dan bermanfaat bagi bangsa.
“Guru bukan hanya mengajar, tapi juga mendidik agar anak-anak kita menjadi pribadi yang baik dan berguna bagi negara,” tukasnya. (yn/fm)
Editor : Farid Mahliyannor