SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Pemkab Kotim) mulai menerapkan pola manajemen talenta secara lebih terukur.
Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kotim resmi memulai kegiatan profiling atau pemetaan kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai dasar penataan struktur, pengembangan karier, hingga rotasi jabatan ke depan.
Program ini dilaksanakan bekerja sama dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN) Regional VIII Banjarbaru dan dimulai Senin (24/11/2025), berlangsung hingga 28 November, bertempat di gedung CAT BKPSDM Kotim.
Sebanyak 485 ASN mengikuti seleksi ini, terdiri dari pejabat administrator, pengawas, serta sejumlah pejabat fungsional.
“Kegiatan ini dilakukan dua sesi setiap hari. Satu sesi berisi sekitar 50 orang peserta. Sesi pertama pukul 08.00–12.00 dan dilanjutkan sesi kedua pukul 13.00–17.00,” jelas Kepala BKPSDM Kotim Kamaruddin Makalepu.
Pada tahap awal, sasaran peserta adalah pejabat eselon II hingga IV serta ASN fungsional dengan jenjang tertentu. ASN dengan rentang usia masih jauh dari masa pensiun juga menjadi prioritas dalam penjadwalan agar pemetaan talenta dapt digunakan untuk rencana jangka panjang.
Kamaruddin menyampaikan, proses profiling dilakukan menggunakan standarn BKN dan sistem digital yang terkoneksi langsung ke Sistem Informasi Manajemen Talenta (SIMATA). Mekanisme penilaiannya disebut hampir serupa dengan tes CPNS, namun dengan standar kompetensi jabatan.
“Semua hasil tes masuk ke database SIMATA dan menghasilkan skor kompetensi ASN. Data ini menjadi salah satu unsur penting dalam penilaian manajemen talenta selain rekam kinerja dannindikator lainnya,” katanya.
Dalam konsep manajemen talenta, ASN nantiny akan dipetakan ke dalam sembilan kotak penilaian, mulai dari kategori berpotensi tinggi hingga memerlukan pembinaan. Model ini menjadi rujukan nasional dalam memastikan penempatan pejabat sesuai kompetensi.
Kamaruddin menegaskan, hasil profiling ini bukan semata tes administratif, melainkan instrumen untuk menyusun arah pembinaan ASN secara lebih akurat.
“Melalui hasil ini, akan terlihat potensi, kekuatan, hingga kecenderungan kompetensi seseorang. Itu yang menjadi dasar penempatan, pengembangan, dan rotasi jabatan,” ungkapnya.
Ke depan, data tersebut akan menjadi rujukan bagi pimpinan daerah dalam proses pengambilan keputusan terkait mutasi maupun promosi jabatan.
“Semua ditampilkan dalam profil ASN masing-masing. Namun penetapan jbatan tetap menjadi kewenangan pimpinan daerah,” tegasnya.
Melalui pelaksanaan program ini, Pemkab Kotim berharap tata kelola ASN semakin profesional dan berbasis data. Sesuai amanat reformasi birokrasi pemerintah pusat.
“Harapannya, proses rotasi, pengembangan kompetensi, hingga penyusunan kebutuhan setiap perangkat daerah ke depan bisa lebih objektif dan transparan,” tutup Kamaruddin.
Program profiling ASN ini akan dilakukan secara bertahap hingga seluruh ASN yang memenuhi kriteria menjalani pemetaan kemampuan sesuai standar nasional. Dengan demikian,
“Pemkab Kotim menegaskan komitmen memperkuat kualitas sumber daya aparatur dalam meningkatkan pelayanan publik,” tegasnya. (yn/fm)
Editor : Farid Mahliyannor