SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Pemkab Kotim) kembali mengupayakan percepatan agenda inovasi daerah melalui usulan pengembangan Teknopark di Pulau Hanibung ung, Desa Camba, Kecamatan Kotabesi.
Komitmen tersebut ditegaskan Wakil Bupati Kotim Irawati saat menghadiri Rapat Koordinasi Teknis Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) Tahun 2025 di Aula Bapperida Kalteng, belum lama tadi.
Forum yang mempertemukan pemerintah daerah, lembaga riset, akademisi, dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) itu dinilai menjadi ruang startegis bagi daerah untuk memperkuat sinergi dan memperoleh dukungan teknis terkit pengembangan program inovasi.
Irawati menyampaikan bahwa Kotim membutuhkan penguatan kelembagaan riset untuk mendorong pembangunan ekonomi yang lebih berkelanjutan. Salah satu fokus utama ialah rencana pengembangan Teknopark Pulau Hanibung yang telah disiapkan pemerintah daerah.
“Sinergi dengan BRIN dan pemerintah provinsi sangat penting agar hasil riset benar-benar bisa dimanfaatkan untuk kepentingan pembangunan daerah,” ujar Irawati.
Ia memaparkan, Pulau Hanbung memiliki karakteristik yang memungkinkan kawasan tersebut dikembangkan sebagai pusat riset terapan, inkubasi teknologi, sekaligus ekowisata berbasis potensi lokal. Sektor unggulan seperti pertanian, perikanan, serta pengelolaan sumber daya alam diproyeksikan menjadi fokus utama pengembangan teknopark.
“Pulau Hanibung berpotensi menjadi laboratorium inovasi yang mendukung sektor unggulan di Kotim. Selain ekowisata, kawasan ini bisa menjadi pusat penguatan teknologi berbasis kearifan lokal,” jelasnya.
Melalui forum tersebut, Kotim secara resmi meminta dukungan BRIN dan Pemerintah Provinsi Kalteng berupa pendampingan teknis, fasilitasi penelitian, serta perluasan jejaring inovasi antarwilayah.
“Kami berharap dukungan ini dapat mempercepat terwujudnya Teknopark sebagai pusat inovasi yang mampu meningkatkan daya saing ekonomi sekaligus membuka peluang kerja bagi masyarakat,” tegasnya.
Irawati menambahkan, pemerintah daerah tetap berkomitmen menjadikan riset dan inovasi sebagai bagian integral dari strategi pembangunan daerah. Ia menilai kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam memperkuat fondasi ekonomi Kotim ke depan.
“Dengan kerja sama pemerintah, lembaga riset, akademisi dan masyarakat, inovasi akan menjadi penggerak untuk mewujudkan Kotim yang maju dan mandiri,” pungkasnya. (yn/fm)
Editor : Farid Mahliyannor